Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Rabu (16/9) menyusul keputusan bank sentral AS, The Federal Reserve, yang menaikkan suku bunga acuan. Langkah pengetatan moneter tersebut diiringi sinyal hawkish dari pimpinan The Fed terkait penanganan inflasi.
Dalam pengumumannya, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi berada di rentang 3,75 hingga 4,00 persen. Penyesuaian ini tercatat sebagai kenaikan suku bunga pertama yang diputuskan otoritas moneter AS tersebut sejak 2023. Bank sentral menegaskan bahwa langkah ini diambil guna meredam laju inflasi yang kembali tertekan oleh lonjakan harga minyak serta sejumlah faktor pendorong lainnya. Selain kenaikan terkini, The Fed juga memberi sinyal terbukanya peluang satu kali kenaikan suku bunga lagi sebelum tahun ini berakhir.
Reaksi negatif langsung membayangi pasar ekuitas Wall Street. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot paling dalam dengan kehilangan 631,33 poin atau 1,21 persen hingga berakhir di level 51.461,90. Indeks S&P 500 turut terpangkas 33,92 poin atau 0,45 persen menuju 7,551,81, sedangkan Nasdaq Composite melemah tipis 0,01 poin ke posisi 25.978,43.
Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027

Padahal, ketiga indeks acuan tersebut sempat bergerak menguat pada sesi perdagangan awal hari Rabu. Pelaku pasar sebenarnya telah mengantisipasi besaran kenaikan suku bunga 25 basis poin tersebut. Namun, arah pergerakan berbalik tajam seusai Ketua The Fed Kevin Warsh memberikan paparan dalam konferensi pers.
Kekhawatiran investor mencuat setelah Warsh menegaskan bahwa laju inflasi saat ini masih terlampau tinggi dan belum memperlihatkan perbaikan yang nyata.
The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak Menguat

"Fakta sederhananya adalah inflasi terlalu tinggi dan sudah berlangsung terlalu lama," ujar Warsh dalam konferensi pers tersebut.
Warsh menambahkan bahwa data perkembangan harga selama beberapa bulan terakhir belum memberikan konfirmasi pemulihan yang diharapkan. "Data inflasi musim panas ini tidak menunjukkan kepada saya bahwa tren yang mendasarinya telah membaik secara berarti," tuturnya.






