Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menjadi perhatian bagi para pelaku pasar modal di Jakarta. Setelah didera pelemahan selama enam hari berturut-turut pada sesi sebelumnya, indeks acuan saham tanah air ini akhirnya berhasil menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Pada penutupan perdagangan hari Kamis, 30 Juli 2026, IHSG secara meyakinkan kembali ke zona hijau. Kenaikan ini memulihkan situasi bagi para investor yang sebelumnya harus berhadapan dengan tren penurunan beruntun yang terjadi selama lebih dari sepekan perdagangan.
Berdasarkan data perdagangan yang tercatat pada hari Kamis tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat secara signifikan sebesar 1,56% ke level 6.186,36. Kebangkitan indeks ini ditopang oleh mayoritas pergerakan saham yang berada di jalur positif. Rincian data menunjukkan bahwa terdapat 511 saham yang berhasil mengalami kenaikan harga pada penutupan sesi. Sementara itu, 171 saham tercatat mengalami pelemahan. Di sisi lain, sebanyak 281 saham lainnya ditutup stagnan tanpa mengalami perubahan harga sedikit pun. Dominasi saham-saham yang menghijau inilah yang menjadi motor penggerak utama bagi indeks untuk membalikkan keadaan setelah pelemahan berhari-hari.
Meskipun indeks mengalami penguatan persentase yang cukup besar, aktivitas transaksi perdagangan pada hari itu dilaporkan tergolong sepi dari sisi nilai. Total nilai transaksi harian yang berputar di bursa mencapai Rp12,93 triliun. Sementara itu, dari segi volume transaksi yang terjadi di lantai bursa, terdapat sebanyak 30,81 miliar lembar saham yang ditransaksikan atau berpindah tangan antar pelaku pasar. Frekuensi perdagangan saham pada hari Kamis tersebut mencapai total transaksi yang dieksekusi sebanyak 1,75 juta kali. Angka-angka ini memperlihatkan tingginya frekuensi perpindahan saham di bursa, berdampingan dengan nilai transaksi yang tercatat sepi.
Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027

Aspek lain yang dipantau oleh para pengamat pasar dan investor adalah pergerakan dana dari investor asing. Pada perdagangan Kamis, 30 Juli 2026, investor asing secara keseluruhan mencatatkan aksi beli bersih atau net buy di seluruh pasar dengan nilai mencapai Rp262,82 miliar. Jika ditelaah lebih rinci berdasarkan jenis pasarnya, aliran modal masuk berupa pembelian bersih dari investor asing di pasar reguler tercatat sebesar Rp100,16 miliar. Tidak hanya itu, pada transaksi yang berlangsung di pasar negosiasi dan pasar tunai, investor asing turut membukukan pembelian bersih dengan nilai yang lebih besar, yakni mencapai Rp162,65 miliar.
Catatan pembelian bersih secara akumulatif tersebut diiringi oleh dinamika perdagangan lain di mana para pemodal asing juga secara kompak melepas atau menjual kepemilikan mereka pada saham-saham tertentu. Mengutip data yang dihimpun oleh Stockbit, terdapat 10 saham spesifik yang ramai-ramai dilego oleh investor asing pada perdagangan hari tersebut. Fenomena pelepasan portofolio saham di saat indeks acuan sedang mengalami penguatan merupakan bagian dari pergerakan bursa yang terus berjalan.
The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak Menguat

Kebangkitan Indeks Harga Saham Gabungan pasca pelemahan enam hari beruntun ini memberikan gambaran langsung mengenai kondisi pasar saham domestik terkini. Mengetahui dinamika pergerakan dana asing鈥攂aik yang mengalir masuk ke pasar reguler dan negosiasi, maupun yang ditarik keluar dari saham-saham pilihan鈥攎enjadi informasi penting bagi para pelaku pasar. Walaupun indeks berhasil ditutup menguat dan arus modal asing mencatatkan nilai beli bersih secara keseluruhan, pemantauan yang berkelanjutan terhadap volume, nilai transaksi, serta pola pergerakan di lantai bursa akan selalu dibutuhkan dalam menghadapi hari-hari perdagangan selanjutnya.






