berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Budaya

Pentingnya Pelestarian Kebaya Sebagai Identitas Budaya Jakarta

Fitri KaraengDiterbitkan 3 Agu 2026 - 02.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pentingnya Pelestarian Kebaya Sebagai Identitas Budaya Jakarta
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Pembangunan sebuah kota metropolitan yang dinamis dan berstatus global seperti Jakarta tidak boleh hanya diukur dari kemajuan infrastruktur fisik serta laju pertumbuhan ekonominya semata. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan kembali pentingnya menyeimbangkan aspek pembangunan fisik tersebut dengan pemeliharaan nilai-nilai kebudayaan lokal. Sebagai kota yang multikultural, multietnis, dan sangat terbuka, penguatan identitas budaya harus berjalan beriringan dengan karakter utama kota. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pelestarian kebaya agar menjadi salah satu pilar identitas budaya yang melekat erat pada kehidupan masyarakat Jakarta. Langkah strategis ini diambil guna memastikan bahwa arus modernisasi tidak menenggelamkan keunikan warisan leluhur bangsa.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Komitmen nyata untuk memperkuat akar budaya ini ditunjukkan melalui penyelenggaraan sebuah perhelatan kebudayaan besar yang bertajuk "Kharisma Batavia Menuju Jakarta". Acara yang diselenggarakan secara sukses oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkolaborasi dengan Perhimpunan Kebayaku ini mengambil tempat di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta. Kegiatan seni budaya tersebut dirancang khusus sebagai ruang kolaborasi strategis antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat secara luas. Selain itu, perhelatan ini juga menjadi bagian penting dari rangkaian acara dalam menyambut hari jadi Kota Jakarta yang ke-500 pada tahun 2027 mendatang. Kehadiran berbagai tokoh penting dalam acara tersebut, mulai dari Gubernur Pramono Anung, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, hingga sejumlah duta besar dari negara-negara sahabat, semakin menegaskan adanya dukungan yang luas terhadap gerakan pelestarian busana tradisional ini di tengah transformasi Jakarta menjadi kota global yang modern.

Baca Juga

Zikir dan Doa Kebangsaan di Kawasan Monumen Nasional Jakarta

Zikir dan Doa Kebangsaan di Kawasan Monumen Nasional Jakarta

Dalam pernyataan resminya yang disampaikan pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026, Pramono Anung menekankan pentingnya menjaga kelestarian kebaya secara bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat. Beliau mengingatkan bahwa kebaya merupakan warisan budaya takbenda yang telah mendapatkan pengakuan resmi dari UNESCO. Oleh karena itu, kesadaran dan kepedulian aktif dari masyarakat lokal untuk merawat warisan ini menjadi kunci utama agar identitas budaya tersebut tetap bertahan dan tidak punah ditelan zaman. Upaya pelestarian ini tidak hanya berfokus pada satu ragam busana saja, melainkan mencakup keragaman kebaya lintas etnis yang selama ini memperkaya kebudayaan Jakarta. Beberapa di antaranya meliputi kebaya Betawi, Enci, Jawa, Madura, hingga berbagai variasi kebaya khas dari daerah lain di seluruh penjuru Nusantara.

Sejalan dengan visi yang diusung oleh pihak pemerintah daerah, Ketua Perhimpunan Kebayaku, Nunun Daradjatun, turut menyampaikan pandangan filosofis mengenai esensi dari pembangunan sebuah kota besar. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa meskipun nama Batavia kini telah berganti menjadi Jakarta, identitas kota tersebut tidak semata-mata dibentuk oleh konstruksi gedung-gedung pencakar langit ataupun jaringan jalan raya yang serba modern. Sebuah kota yang berkarakter kuat pada dasarnya dibangun di atas fondasi sejarah yang panjang, nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun antargenerasi, serta kebudayaan yang tetap hidup dan terus dipraktikkan oleh masyarakat Jakarta dan Betawi. Pada kesempatan yang sama, Pramono Anung juga memberikan apresiasi tinggi kepada Perhimpunan Kebayaku atas konsistensi dan dedikasi mereka dalam melestarikan kebaya melalui berbagai kegiatan kreatif yang secara aktif melibatkan masyarakat dari berbagai lintas generasi.

Baca Juga

Kronologi Kebakaran Hotel Pullman di Jakarta Barat

Kronologi Kebakaran Hotel Pullman di Jakarta Barat

Untuk mewujudkan visi pelestarian budaya tersebut secara nyata dan berkelanjutan, Pemprov DKI Jakarta telah menyusun langkah konkret dengan memanfaatkan berbagai fasilitas publik yang ada. Ruang-ruang publik yang strategis di wilayah ibu kota, seperti Balai Kota, kawasan bersejarah Kota Tua, Lapangan Banteng, hingga kawasan Maramis, kini dipersiapkan secara aktif untuk menggelar berbagai pertunjukan seni dan budaya tradisional. Melalui pemanfaatan ruang terbuka ini, pemerintah daerah memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi ekspresi kebudayaan masyarakat. Seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat dengan mudah mengakses, menikmati, serta berpartisipasi langsung dalam menjaga eksistensi kebaya sebagai bagian dari identitas budaya Jakarta yang senantiasa dinamis dan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa harus kehilangan akar identitas aslinya.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pramono AnungJakartaRano KarnoKebayaUNESCOBudaya Jakarta

Berita Terbaru Lainnya

Memahami Tahapan Hukum Kasus Dugaan Penipuan Vicky PrasetyoZikir dan Doa Kebangsaan di Kawasan Monumen Nasional JakartaCara Mengenal dan Mengenang Karya Legendaris Trisnoize, Bassist Pas Band yang BerpulangJadwal dan Harga Tiket Kapal Kupang-Surabaya Agustus 2026Jadwal dan Rangkaian Zikir Kebangsaan di Monas Menyambut HUT ke-81 RIFaktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada Akhir Juli 2026Strategi Investasi Saham dan SBN Merespons Kebijakan Suku Bunga The FedKronologi Kebakaran Hotel Pullman di Jakarta Barat

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

2 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di MonasNasional 路 2 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap