Pembangunan sebuah kota metropolitan yang dinamis dan berstatus global seperti Jakarta tidak boleh hanya diukur dari kemajuan infrastruktur fisik serta laju pertumbuhan ekonominya semata. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan kembali pentingnya menyeimbangkan aspek pembangunan fisik tersebut dengan pemeliharaan nilai-nilai kebudayaan lokal. Sebagai kota yang multikultural, multietnis, dan sangat terbuka, penguatan identitas budaya harus berjalan beriringan dengan karakter utama kota. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pelestarian kebaya agar menjadi salah satu pilar identitas budaya yang melekat erat pada kehidupan masyarakat Jakarta. Langkah strategis ini diambil guna memastikan bahwa arus modernisasi tidak menenggelamkan keunikan warisan leluhur bangsa.








