Pembangunan dan pelestarian kawasan perkotaan di Indonesia sering kali memicu diskusi mendalam mengenai pentingnya menjaga identitas sejarah di tengah modernisasi. Kota bukan sekadar kumpulan bangunan beton, baja, dan jalan raya yang berfungsi sebagai sarana transportasi. Lebih dari itu, sebuah kota menyimpan memori, sejarah, dan ikatan emosional bagi orang-orang yang tinggal di dalamnya. Ambisi untuk membangun infrastruktur megah sering kali menjadi bahasa visual dari visi besar sebuah kawasan.








