Penerapan asisten wasit video atau Video Assistant Referee (VAR) menjadi instrumen penting dalam penyelenggaraan kompetisi sepak bola di Indonesia. Diinisiasi secara bertahap oleh PSSI dan operator liga, teknologi ini dirancang untuk meminimalkan kekeliruan keputusan wasit pada momen krusial pertandingan melalui peninjauan rekaman video siaran secara langsung.
Secara global, teknologi VAR pertama kali diuji coba di kancah internasional pada pertandingan antara Prancis dan Italia pada Juni 2016, sebelum akhirnya diterapkan secara penuh oleh FIFA pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Di Indonesia, kesiapan penggunaan teknologi VAR dalam kompetisi Liga 1 PSSI ditopang oleh serangkaian pelatihan teknis wasit, standarisasi komunikasi, serta penyiapan perangkat siaran dan ruang monitor khusus.
Glosarium Istilah dan Komponen Utama VAR
Untuk memahami operasional VAR di kompetisi resmi, berikut adalah definisi peran serta istilah kunci yang terlibat di dalam ruang VAR (VAR room):
Jadwal dan Peta Persaingan Timnas Indonesia di Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia

- Video Assistant Referee (VAR): Wasit bersertifikasi yang bertugas memantau siaran langsung pertandingan lewat layar monitor dan memberikan masukan kepada wasit utama terkait insiden faktual maupun keputusan krusial.
- Assistant Video Assistant Referee (AVAR): Asisten wasit yang mendampingi VAR dalam memantau alur pertandingan, mencatat insiden, serta menjaga komunikasi saat VAR sedang memeriksa tayangan ulang.
- Replay Operator (RO): Teknisi operator yang bertugas memilih, memutar ulang, menyajikan sudut kamera terbaik, dan menyesuaikan garis proyeksi visual untuk ditinjau oleh tim wasit VAR.
- Video Match Official (VMO): Kualifikasi dan sertifikasi resmi yang diberikan kepada perangkat pertandingan yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan dan dinyatakan lulus ujian standar FIFA.
Struktur Pelatihan dan Kurikulum Sertifikasi Wasit
PSSI bersama operator liga secara berkala menyelenggarakan pembekalan teknis bagi para perangkat pertandingan. Pada 18 hingga 20 Juli 2023 di Jakarta, PSSI menggelar pelatihan VAR seri kedua untuk wasit Liga 1 dengan menghadirkan instruktur FIFA, Subkhidin.
Pengembangan kapasitas perangkat pertandingan berlanjut melalui pelatihan bertahap yang melibatkan instruktur utama FIFA, M Subkhidin asal Malaysia, dan 12 instruktur wasit PSSI. Program ini juga memperluas jangkauan ke lebih dari 83 wasit yang bertugas di Pegadaian Liga 2 serta PNM Liga 3 Nusantara. Fase pertama pelatihan tersebut berlangsung pada 11 hingga 22 Februari 2025 di Jakarta, disusul fase kedua pada 11 hingga 28 Maret 2025, serta fase ketiga pada April atau Mei 2025.
Materi kurikulum pelatihan wasit mencakup pemahaman mendalam mengenai sejumlah protokol, di antaranya: - VAR Protocol Basics (dasar-dasar protokol intervensi) - VAR New Way to Decide (pola pengambilan keputusan baru) - VAR Line (penentuan garis offside faktual) - Intervention Challenges (intervensi pada insiden benturan keras/tekel) - Intervention Handball (intervensi pada pelanggaran sentuhan tangan) - Intervention Fouls (intervensi pada pelanggaran umum)
Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026, Posisi Timnas Indonesia, Poin, dan Jadwal Laga

Mekanisme Operasional dan Mitigasi Kendala Siaran
Dalam regulasi resmi, sistem komunikasi dua arah antara wasit utama di lapangan dan tim di ruang VAR berlangsung secara tertutup dan terikat prosedur tetap. Tim VAR dapat merekomendasikan peninjauan langsung di monitor pinggir lapangan (on-field review) atau mengonfirmasi keputusan faktual seperti garis gol atau posisi offside.
Operasional sistem ini mengandalkan integrasi perangkat keras penyiaran dan perangkat lunak simulasi. Gangguan visual pada tayangan siaran televisi tidak selalu mencerminkan kendala pada fungsi wasit VAR. Sebagai contoh, insiden tayangan siaran yang memperlihatkan ruang VAR tampak kosong pada laga Persiba Balikpapan melawan PSS Sleman di Stadion Batakan terjadi akibat gangguan sistem penayangan internal broadcast. Secara operasional, operator I.League mengonfirmasi bahwa personel VAR, AVAR, dan Replay Operator tetap berada di posisi tugas masing-masing dan sistem komunikasi dengan wasit lapangan berfungsi normal sesuai regulasi.






