berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Pertanian

Penerapan Sistem Pertanian Modern PM-AAS untuk Capai Panen Padi 10 Ton per Hektare

Sri NugrohoDiterbitkan 1 Agu 2026 - 14.46 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penerapan Sistem Pertanian Modern PM-AAS untuk Capai Panen Padi 10 Ton per Hektare
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan nasional melalui berbagai langkah strategis. Salah satu langkah nyata yang kini mulai diterapkan di tingkat daerah adalah pengenalan sistem Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS). Di area persawahan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, para petani mulai mengimplementasikan inovasi budidaya ini. Penerapan metode modern tersebut dirancang secara khusus untuk mendukung efisiensi tanam sekaligus mendorong peningkatan hasil panen padi. Bagi para petani yang ingin mengikuti jejak ini, terdapat beberapa tahapan utama dalam mengadopsi sistem pertanian tersebut.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Langkah awal dalam mengaplikasikan sistem Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) adalah melakukan metode tanam benih langsung. Petani di Susukan, Kabupaten Cirebon, memulai proses budidaya dengan menebar benih padi secara langsung di area persawahan mereka. Kementerian Pertanian memperkenalkan metode tanam benih langsung ini sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Dengan langsung menebar benih padi di area persawahan, tahapan awal budidaya dapat dilakukan dengan lebih terfokus pada efisiensi tanam. Metode ini menjadi fondasi penting bagi para petani yang ingin menerapkan teknologi tanam modern sesuai arahan dari Kementerian Pertanian.

Setelah menerapkan metode tanam benih langsung, langkah selanjutnya yang sangat krusial adalah mengatur pola barisan tanaman. Dalam sistem Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS), Kementerian Pertanian menginstruksikan penggunaan pola barisan yang rapat dan teratur. Petani harus memastikan bahwa benih padi yang ditebar di area persawahan mengikuti pola barisan rapat tersebut agar produktivitas tanaman dapat meningkat secara optimal. Pengaturan pola barisan yang teratur ini merupakan bagian integral dari inovasi budidaya yang diperkenalkan guna meningkatkan produktivitas padi secara keseluruhan. Keteraturan dalam penanaman ini memastikan setiap area lahan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga

Panduan Pelaksanaan Rencana Aksi Perbatasan 2026 oleh BNPP RI

Panduan Pelaksanaan Rencana Aksi Perbatasan 2026 oleh BNPP RI

Tahapan berikutnya berfokus pada pencapaian efisiensi tanam selama proses budidaya berlangsung. Inovasi budidaya melalui sistem Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) ini sejak awal dirancang untuk mendukung efisiensi tanam di area persawahan. Petani di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Cirebon, membuktikan bahwa penerapan teknologi tanam modern ini mampu mengoptimalkan proses kerja di lapangan. Dengan memadukan metode tanam benih langsung serta pola barisan rapat dan teratur, efisiensi tanam dapat dicapai secara maksimal. Efisiensi ini pada akhirnya akan berdampak langsung pada kemampuan tanaman padi untuk menghasilkan produksi yang lebih tinggi.

Langkah pemantauan menjadi tahapan penting berikutnya untuk memastikan tercapainya target hasil panen. Melalui sistem Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS), metode penanaman ini ditargetkan mampu meningkatkan hasil panen padi secara signifikan. Inovasi budidaya tersebut dirancang untuk mendorong hasil panen hingga mencapai angka 10 ton per hektare. Bagi para petani di Susukan, Kabupaten Cirebon, pencapaian target produksi 10 ton per hektare ini menjadi indikator utama keberhasilan penerapan teknologi tanam modern. Peningkatan hasil panen ini membuktikan bahwa metode yang diperkenalkan oleh Kementerian Pertanian dapat memberikan hasil nyata di lapangan.

Baca Juga

Penyebab Puluhan Perusahaan Konstruksi Terancam Gulung Tikar di Indonesia

Penyebab Puluhan Perusahaan Konstruksi Terancam Gulung Tikar di Indonesia

Keberhasilan penerapan sistem Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) di tingkat daerah pada akhirnya berkontribusi pada tujuan yang lebih besar. Teknologi tanam modern itu menjadi bagian dari upaya Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produktivitas pertanian secara menyeluruh. Selain menargetkan peningkatan hasil panen padi di area persawahan Susukan, Kabupaten Cirebon, inovasi ini juga ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan produktivitas yang terus meningkat melalui efisiensi tanam dan pencapaian target 10 ton per hektare, penerapan metode ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan pangan di seluruh wilayah Indonesia.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kementerian pertanianKetahanan PanganPertanian ModernPM-AASCirebon

Berita Terbaru Lainnya

Kinerja Keuangan PT Sentul City Tbk (BKSL) Semester I 2026 dan Perkembangan KawasanCara Menganalisis Kinerja Keuangan Telkom Semester I 2026Panduan Pelaksanaan Rencana Aksi Perbatasan 2026 oleh BNPP RIDampak Putusan MK terhadap Pemisahan Anggaran Program Makan Bergizi GratisKebijakan Likuiditas Makroprudensial Bank Indonesia untuk Mendorong Kredit Sektor RiilLangkah Tepat Menangani Terduga Pelaku Pencurian di Pasar Tanpa Main Hakim SendiriPenyebab Kaki Kram Saat Tidur dan Langkah Tepat MengatasinyaCara Membudayakan Inovasi di Daerah Melalui Pendekatan Bantul Innovation Award Tahun 2026

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

Hukum

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

1 Agu 2026

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

Nasional

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  3. 3Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  4. 4Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab SaudiEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan HukumnyaHukum 路 1 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap