Operasi pencarian terhadap rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, kini diperluas jangkauannya hingga ke wilayah perairan Bengkulu. Pelibatan tim Basarnas Bengkulu dilakukan menyusul perkiraan bahwa pergerakan arus laut berpotensi membawa para korban menuju kawasan pesisir Pulau Sumatera.
Memasuki hari kedelapan operasi SAR, tim gabungan memperlebar area penyisiran hingga mencakup luas sekitar 3,9 ribu nautical mil (NM). Sebanyak kurang lebih 647 personel dikerahkan secara terpadu di lapangan untuk menyisir titik-titik koordinat yang telah ditentukan.
Influencer Malaysia Aisar Khaled Dilaporkan ke Polisi Dugaan Penipuan

Operasi pencarian berskala besar ini menggerakkan armada kapal dari berbagai instansi. Unsur laut yang diterjunkan meliputi kapal perang TNI AL seperti KRI Gilimanuk, KRI Leuser, KRI Lepu, dan KRI Kerambit. Armada SAR dan kepolisian turut beroperasi, di antaranya KN SAR Antasena, Kapal Polisi Sanjaya, KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KAL Pahawang, KAL Anyer, RIB 02 Lampung, RIB 02 Banten, RBB Pecang, serta armada kapal patroli KP 2016, KP 2013, KP 1010, KP 1012, KP 1007, KP 1003, dan KP URC Erhan.
Riski menyatakan bahwa kondisi cuaca selama jalannya pencarian terpantau cerah berawan, dengan kecepatan angin berkisar antara 5 hingga 20 knot yang bertiup dari arah tenggara menuju selatan. Sementara itu, ketinggian ombak dilaporkan mencapai 2,5 meter dan bergerak ke arah timur laut.
Api Masih Muncul, Kotim Kalteng Perpanjang Status Darurat Karhutla

Di samping operasi perairan, Polda Bengkulu sebelumnya telah melakukan proses autopsi dan pengambilan sampel DNA terhadap sesosok jenazah tanpa identitas yang ditemukan terdampar di pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Pihak Polda Bengkulu juga berkoordinasi langsung dengan Polda Lampung guna memastikan ada tidaknya keterkaitan antara temuan jenazah tersebut dengan rombongan jurnalis foto yang hilang kontak sejak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau pada 7 September lalu.






