Kepolisian Daerah Bengkulu melakukan autopsi dan pengambilan sampel DNA terhadap jenazah pria tanpa identitas yang ditemukan di pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Langkah forensik ini diambil untuk mengidentifikasi jasad sekaligus mendalami kemungkinan keterkaitannya dengan rombongan jurnalis yang hilang saat meliput di kawasan Gunung Anak Krakatau.
Jenazah tersebut sebelumnya dilaporkan ditemukan di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano. Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu menerima laporan penemuan tersebut pada Sabtu (12/9). Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, pihak kepolisian mendapati bahwa korban bukan merupakan warga lokal Pulau Enggano.
Untuk pemeriksaan medis lebih lanjut, jasad dievakuasi menuju Kota Bengkulu. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu Muslikun Sodik menyampaikan bahwa jenazah diterbangkan dari Bandara Enggano menggunakan pesawat perintis Susi Air pada Senin pagi pukul 07.58 WIB dan mendarat di Bandara Fatmawati Soekarno dengan pengawalan dua personel kepolisian.
Pemerintah Resmi Tetapkan 18 Hari Libur Nasional & 8 Cuti Bersama 2027

Setibanya di Bengkulu, proses autopsi langsung ditangani oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Bengkulu. Selain memeriksa penyebab kematian, Dirkrimsus dan Kabid Dokkes Polda Bengkulu juga telah menjalin komunikasi dengan Polda Lampung guna meminta data ciri-ciri fisik maupun sampel pembanding.
Kordinasi pemeriksaan DNA turut melibatkan Polda Banten. Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea mengonfirmasi bahwa sampel DNA dari jasad tersebut kini tengah dicocokkan dengan data sampel keluarga rombongan yang hilang di Selat Sunda.
Basarnas Pertimbangkan Opsi Menenggelamkan Bangkai KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa

Rombongan yang dimaksud terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal cepat yang dilaporkan hilang kontak sejak bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB untuk peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Meski koordinasi lintas wilayah terus berjalan, kepolisian menegaskan belum dapat dipastikan apakah jasad yang ditemukan di Pulau Enggano tersebut merupakan salah satu bagian dari rombongan jurnalis yang hilang. Kepastian identitas korban masih menunggu hasil uji laboratorium dan pencocokan forensik selesai dilakukan.






