Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) membuka opsi untuk menenggelamkan bangkai kapal KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa. Langkah penenggelaman tersebut menjadi salah satu pertimbangan teknis agar posisi bangkai kapal tidak terus bergerak atau berpindah lokasi terbawa arus perairan setempat.
Selain untuk menstabilkan posisi badan kapal, opsi penenggelaman tersebut dipertimbangkan demi memudahkan proses pencarian korban yang masih belum ditemukan, termasuk untuk mempermudah pengerahan serta pergerakan pasukan penyelam di lokasi kejadian.
Pergeseran Posisi dan Alternatif Penanganan Bangkai Kapal
Pergerakan bangkai kapal menjadi tantangan dalam pelaksanaan operasi SAR. Berdasarkan pemantauan hingga Senin (14/9), bangkai kapal KM Virgo Transport 8 tercatat telah bergeser sejauh kurang lebih 2,9 kilometer atau setara 1,6 mil laut (nautical mile) dari titik awal lokasi kecelakaan. Saat ini, posisi keberadaan bangkai kapal berada di area laut yang tergolong dangkal dengan kedalaman sekitar 30 meter.
Kebakaran Lahan TPS di Cidadap Bandung, 4 Lansia Dilarikan ke RS

Selain opsi menenggelamkan kapal ke dasar laut, pihak Basarnas melalui Mohammad Syafii menyampaikan bahwa pihaknya turut mengkaji alternatif lain, yaitu membalikkan posisi bangkai kapal. Mengingat saat ini kapal berada dalam kondisi terbalik atau telungkup, upaya membalikkan badan kapal diharapkan dapat membuka akses pencarian bagi tim penyelam.
Opsi menarik bangkai kapal juga sempat menjadi materi pembahasan bersama. Akan tetapi, realisasi opsi penarikan menghadapi pertimbangan berat, terutama terkait ukuran dan bobot kapal yang besar serta kondisi cuaca di lokasi perairan yang menjadi tantangan tersendiri.
12 Bekantan Mati Gosong Akibat Kebakaran Hutan di Kalimantan Selatan

Perkembangan Pencarian Korban dan Kronologi Kejadian
Hingga data hari Senin (14/9), operasi pencarian telah mendata sebanyak 114 orang berhasil ditemukan dari total 243 orang yang berada di atas KM Virgo Transport 8. Sementara itu, sebanyak 129 orang lainnya masih belum ditemukan dan masih berada dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Peristiwa kecelakaan laut ini bermula saat KM Virgo Transport 8 melakukan pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9). Kapal tersebut kemudian dilaporkan mengalami hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi terbalik.






