Kinerja penyaluran pembiayaan oleh industri multifinance masih mencatatkan pertumbuhan terbatas hingga pertengahan tahun. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan pada Juli 2026 mencapai Rp513,05 triliun, atau tumbuh 2,01% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Laju pertumbuhan tersebut sedikit meningkat dibandingkan posisi Juni 2026 yang tercatat sebesar 1,88% yoy. Pendorong utama dari peningkatan piutang pembiayaan multifinance pada periode ini adalah segmen pembiayaan modal kerja yang berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,32% yoy.
Di tengah pertumbuhan penyaluran tersebut, risiko pembiayaan bermasalah tercatat mengalami sedikit kenaikan. OJK mencatat rasio non-performing financing (NPF) gross industri multifinance pada Juli 2026 berada di level 3,03%, naik tipis dari 3,01% pada Juni 2026. Angka ini juga menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan posisi Juli 2025 yang berada pada level 2,52%.
Skema Tadpole Pinjaman Daring Dinilai Rugikan Konsumen

Sementara itu, rasio NPF net pada Juli 2026 tercatat sebesar 0,81%, sama dengan posisi bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan Juli 2025 yang tercatat sebesar 0,88%, rasio NPF net berada di level 0,81%. Di sisi lain, profil risiko dan permodalan industri dinilai tetap terjaga, tercermin dari gearing ratio multifinance yang berada di level 2,10 kali, jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan oleh regulator sebesar 10 kali.
Performa Sektor Pembiayaan Lainnya
Selain memaparkan kinerja multifinance, OJK juga mencatat perkembangan penyaluran pembiayaan di berbagai sektor industri jasa keuangan non-bank lainnya hingga Juli 2026.
Video, Jurus PTBA Kejar Bisnis "Beyond Batu Bara" - Jajal Kendaraan EV

Outstanding pembiayaan industri pinjaman daring (Pindar) mencatat pertumbuhan pesat sebesar 24,76% yoy sehingga mencapai nilai Rp105,63 triliun. Penyaluran pembiayaan pada industri pergadaian bahkan mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 50,73% yoy menjadi Rp160,78 triliun.
Sebaliknya, dua sektor lainnya masih mengalami tekanan. Penyaluran pembiayaan modal ventura tercatat mengalami kontraksi sebesar 0,46% yoy menjadi Rp16,32 triliun pada Juli 2026. Penurunan penyaluran pembiayaan juga terjadi pada Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang terkontraksi 0,40% yoy menjadi sebesar Rp1,05 triliun.






