Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menghanguskan sedikitnya 72.009 hektare lahan gambut yang tersebar di enam provinsi prioritas. Dampak kebakaran ini memicu operasi pemadaman besar-besaran lewat darat dan udara, sekaligus mendorong langkah penegakan hukum terhadap ratusan pelaku pembakaran yang disengaja.
Sebaran lahan gambut yang terbakar tercatat berada di Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, dan Jambi. Dari total area yang terbakar, sebanyak 14.711 hektare berada di wilayah konsesi perusahaan, sedangkan 57.298,02 hektare lainnya mencakup kawasan hutan lindung serta lahan milik masyarakat.
Data tersebut dipaparkan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dalam rapat terbatas penanganan bencana secara daring yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (7/9).
Hingga laporan mutakhir, satgas gabungan telah berhasil memadamkan kobaran api seluas 71.069,65 hektare. Namun, petugas di lapangan masih berupaya memadamkan sisa titik api yang membakar lahan seluas 939,45 hektare.
Kejagung Minta Hakim Tolak Praperadilan Lodewyk, Penyitaan Aset Sah

Penegakan Hukum dan Penanganan Udara
Di balik dampak ekologis yang meluas, pihak kepolisian mengidentifikasi adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa karhutla tersebut. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menetapkan 138 tersangka perseorangan yang diduga terlibat pembakaran lahan. Selain individu, sebanyak 42 korporasi dijatuhi sanksi administratif berupa pencabutan izin operasional.
Praktik pembakaran terencana ditemukan di sejumlah daerah. Di Jambi, seorang pelaku mengaku dibayar Rp500 ribu untuk membakar kawasan hutan. Sementara di wilayah Siak, luasan lahan yang terbakar tercatat mencapai 5.865 hektare dengan 44 tersangka yang telah diproses hukum.
Untuk mendukung percepatan penanganan di lokasi kebakaran gambut, pemerintah telah mengoperasikan 55 armada udara gabungan, yang terdiri atas 19 pesawat patroli dan 36 pesawat pembuat hujan buatan maupun pemadam air (water bombing). BNPB juga menjadwalkan kedatangan tiga unit pesawat helikopter Chinook tambahan dari Jepang pada Rabu mendatang untuk memperkuat pemadaman di Kalimantan Barat.
KPK Ungkap Dugaan Peran Istri Bupati Pemalang di Kasus Pemerasan

Operasi darat juga mencakup pembasahan kawasan gambut. Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan mengerahkan unit pompa air dan melakukan normalisasi embung di Kalimantan Selatan.
Sementara itu, Kementerian Kehutanan melaporkan pantauan 818 titik panas berkategori high confidence di tingkat nasional. Dampak karhutla turut mengancam satwa liar di Kalimantan Barat, di mana tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) mengevakuasi induk dan anak orang utan di Ketapang, menambah total sembilan individu orang utan yang berhasil diselamatkan dari kepungan api dalam sebulan terakhir.






