Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menetapkan syarat ketat bagi sektor-sektor usaha yang dibidik untuk menerima kucuran modal. Lembaga ini menargetkan industri yang memiliki prospek ekspansi tinggi serta mampu menghasilkan imbal hasil komersial.
Managing Director, Global Relations & Communications BPI Danantara, Pahala Nugraha Mansury, menjelaskan bahwa sektor sasaran investasi harus merupakan industri yang bertumbuh, mencetak profitabilitas yang solid, serta memiliki ruang ekspansi yang berkelanjutan pada masa depan. Selain itu, penempatan dana Danantara wajib memberikan tingkat pengembalian atau rate of return yang sehat dan layak secara komersial.
Penerapan kriteria tersebut tecermin dalam langkah Danantara yang menggandeng raksasa industri protein hewani global, JBS Group. Dalam skema investasi bersama tersebut, Danantara dan JBS Group masing-masing menggelontorkan dana sebesar US$ 2,5 miliar, sehingga total dana yang terhimpun mencapai US$ 5 miliar.
Paylater Bank Tumbuh 31,22% YoY pada Juli 2026, Lampaui Pertumbuhan Kredit Nasional

Komitmen pendanaan US$ 5 miliar itu akan difokuskan selama dua tahun pertama untuk memperbesar kapasitas produksi pangan hewani di dalam negeri sekaligus memfasilitasi transfer teknologi. Ragam komoditas protein yang disasar meliputi daging sapi, ayam, ikan, hingga sumber hewani lainnya.
Sektor protein dinilai memiliki ruang pertumbuhan masif karena tingkat konsumsi protein di Indonesia saat ini masih sekitar 40 persen di bawah rata-rata konsumsi negara-negara maju. Di tengah jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 280 juta jiwa dan kawasan Asia Tenggara yang mendekati 800 juta jiwa, potensi serapan pasar dinilai sangat terbuka.
Penjualan 7.172 Pouch Makanan Kucing Halal Pecahkan Rekor Guinness World Records

Kebutuhan pasokan pangan bergizi tersebut diproyeksikan meningkat sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, pertambahan populasi, dan naiknya konsumsi protein per kapita. Melalui kerja sama ini, Indonesia juga memanfaatkan keunggulan JBS Group鈥攑erusahaan asal Brasil yang melantai di bursa saham Amerika Serikat dan menguasai sekitar 45 persen hingga 50 persen pangsa pasar industri protein di Australia.






