berputar.id
BerandaHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPinjaman OnlinePopuler
Beranda/Nasional

Studi Jepang Teliti Kualitas Udara Saat Gunakan Produk Tembakau yang Dipanaskan

Sri NugrohoDiterbitkan 8 Sep 2026 - 01.35 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Studi Jepang Teliti Kualitas Udara Saat Gunakan Produk Tembakau yang Dipanaskan
Foto/Ilustrasi: Media Indonesia
A-A+

Penggunaan produk tembakau yang dipanaskan (heated tobacco product/HTP) terbukti hanya memberikan dampak minim terhadap perubahan kualitas udara di dalam ruangan. Seluruh parameter emisi yang mengalami perubahan dilaporkan tetap berada di bawah ambang batas paparan yang telah ditetapkan oleh berbagai lembaga di bidang kesehatan, keselamatan, dan lingkungan.

Temuan tersebut terungkap dalam penelitian ilmiah berjudul Effect of the Use of a Heated Tobacco Product on Indoor Air Quality in Environmentally-Controlled Chamber. Studi yang dipimpin oleh peneliti Katsunari Fujisawa bersama timnya ini dipublikasikan dalam jurnal Aerosol and Air Quality Research pada 9 April 2026.

Dalam eksperimen tersebut, tim peneliti mengevaluasi kualitas udara saat produk tembakau yang dipanaskan digunakan pada suhu maksimum 320 derajat Celsius hingga menghasilkan aerosol. Pengujian dilakukan di dalam ruang terkontrol yang dirancang menyerupai kondisi lingkungan restoran dan hunian.

Baca Juga

Kejagung Minta Hakim Tolak Praperadilan Lodewyk, Penyitaan Aset Sah

Kejagung Minta Hakim Tolak Praperadilan Lodewyk, Penyitaan Aset Sah

Hasil Pengukuran 56 Parameter Kualitas Udara

Penelitian ini memantau sebanyak 56 parameter kualitas udara, mencakup karbon monoksida, karbon dioksida, senyawa organik volatil, partikulat, logam, amonia, propilen glikol, gliserol, hingga berbagai senyawa lainnya.

Dari total 56 parameter yang diukur, hanya sebagian kecil yang mengalami peningkatan konsentrasi, yakni enam parameter pada kondisi simulasi restoran dan sembilan parameter pada simulasi hunian. Hasil pengukuran tersebut kemudian dibandingkan dengan batas paparan yang ditetapkan oleh sejumlah lembaga kesehatan dan keselamatan kerja di Jepang serta Amerika Serikat, dengan hasil seluruhnya masih berada di bawah ambang batas aman yang berlaku.

Relevansi Kajian Ilmiah dan Regulasi Berbasis Risiko

Kajian mengenai profil emisi ini berkaitan erat dengan perkembangan produk tembakau alternatif dan formulasi kebijakan berbasis bukti ilmiah. Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Anugerah Widianto, menilai perkembangan inovasi teknologi dan perubahan preferensi konsumen memerlukan dukungan kajian ilmiah yang memadai, dengan menekankan pentingnya pendekatan berbasis risiko.

Baca Juga

KPK Ungkap Dugaan Peran Istri Bupati Pemalang di Kasus Pemerasan

KPK Ungkap Dugaan Peran Istri Bupati Pemalang di Kasus Pemerasan

Di Indonesia, diskursus mengenai produk tembakau alternatif turut mencakup rencana penerapan penyeragaman kemasan dalam aturan pelaksana Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 yang kini menjadi perhatian sejumlah asosiasi. Penggunaan produk ini juga ditegaskan tidak ditujukan bagi masyarakat yang sebelumnya bukan perokok, maupun anak di bawah umur.

Mengenai perkembangan di tingkat global, mantan Direktur Penelitian, Kebijakan & Kerja Sama WHO, Tikki Pangestu, menilai bahwa adopsi strategi pengurangan risiko tembakau saat ini masih berjalan sangat lambat.

Sumber: Media Indonesia

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Berita Terbaru Lainnya

PDIP Laporkan Hoaks Kader Ellen Taroreh Terkait Ojol Melva saat DemoKejagung Minta Hakim Tolak Praperadilan Lodewyk, Penyitaan Aset SahKPK Ungkap Dugaan Peran Istri Bupati Pemalang di Kasus PemerasanPaylater Bank Tumbuh 31,22% YoY pada Juli 2026, Lampaui Pertumbuhan Kredit NasionalDanantara Ungkap Kriteria Sektor Layak Investasi, Apa Saja?Bandara Soekarno-Hatta Kembali Dibuka pada Selasa Dini HariPenjualan 7.172 Pouch Makanan Kucing Halal Pecahkan Rekor Guinness World RecordsIndeks Inklusi Keuangan 93,61, Literasi Digital Jadi Bekal Generasi Muda

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

HukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPinjaman Online

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap