berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Nasional

Pembesaran Volume Dua Kubah Lava Gunung Merapi dan Status Aktivitas Terkini

Ance RundenganDiterbitkan 1 Agu 2026 - 00.43 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pembesaran Volume Dua Kubah Lava Gunung Merapi dan Status Aktivitas Terkini
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Gunung Merapi terus menunjukkan dinamika vulkanik yang aktif dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan laporan berkala dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi atau BPPTKG Yogyakarta, dua kubah lava yang berada di kawasan puncak gunung api ini dilaporkan mengalami pembesaran volume secara signifikan. Laporan pemantauan rutin tersebut disusun berdasarkan hasil pengamatan komprehensif yang dilakukan oleh tim selama sepekan terakhir, tepatnya pada periode Jumat (24/7) hingga Kamis (30/7). Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santosa, memaparkan rincian perkembangan aktivitas kubah lava tersebut dalam sebuah keterangan resmi yang disampaikan kepada publik pada hari Jumat (31/7/2026).

Sejumlah pertanyaan sering muncul di tengah masyarakat mengenai kondisi terkini gunung api tersebut. Salah satu pertanyaan utama adalah mengenai rincian pertambahan volume yang terjadi pada kedua kubah lava Gunung Merapi. Berdasarkan hasil analisis visual dan pengukuran terbaru, kedua kubah lava aktif di puncak menunjukkan adanya pertumbuhan volume yang bervariasi. Volume pada Kubah Barat Daya tercatat mengalami penambahan sekitar 2.000 meter kubik. Dengan penambahan ini, total volume kubah tersebut saat ini telah mencapai 4.021.200 meter kubik. Sementara itu, Kubah Tengah mengalami penambahan volume sekitar 600 meter kubik, sehingga total volumenya kini berada di angka 2.369.400 meter kubik. Di samping adanya pertumbuhan volume tersebut, pihak BPPTKG Yogyakarta juga mengungkap adanya peristiwa runtuhnya sebagian dari volume kubah lava Barat Daya di puncak gunung.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Masyarakat juga kerap menanyakan bagaimana kondisi suhu terkini pada kedua kubah lava tersebut. Pengamatan terhadap kondisi suhu kubah lava dilakukan oleh petugas menggunakan metode analisis foto termal yang akurat. Berdasarkan hasil analisis foto termal terbaru, suhu pada kedua kubah lava di puncak Gunung Merapi tersebut terukur berada di angka 243 derajat celsius. Pihak BPPTKG Yogyakarta menilai bahwa tingkat suhu pada kedua kubah lava ini relatif tetap atau stabil jika dibandingkan dengan hasil pengukuran yang telah dilakukan pada periode pengamatan sebelumnya.

Baca Juga

Fakta dan Penyelidikan Kasus Pembacokan Pelajar di Palmerah serta Insiden Lainnya

Fakta dan Penyelidikan Kasus Pembacokan Pelajar di Palmerah serta Insiden Lainnya

Pertanyaan selanjutnya yang sering diajukan berkaitan dengan laporan mengenai embusan asap dan guguran awan panas dari puncak gunung. Selama sepekan masa pengamatan tersebut, Gunung Merapi secara visual teramati mengeluarkan asap putih dengan intensitas yang bervariasi, mulai dari tipis hingga tebal. Ketinggian embusan asap putih ini tercatat berkisar antara 10 hingga 150 meter dari area puncak gunung. Selain embusan asap, aktivitas guguran juga masih terus terjadi. Tercatat telah terjadi sebanyak dua kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal mencapai 2.000 meter. Aliran awan panas guguran tersebut teramati bergerak secara spesifik mengarah ke kawasan hulu Kali Boyong serta Kali Sat/Putih.

Bagaimana dengan rincian data kegempaan yang berhasil direkam oleh jaringan sensor di sekitar kawasan gunung? Aktivitas di dalam tubuh gunung terpantau melalui jaringan seismik yang dipasang oleh instansi terkait. Selama periode pengamatan ini, jaringan seismik berhasil merekam sebanyak 2 kali gempa Awan Panas Guguran (APG) dan 31 gempa Vulkanik Dangkal (VTB). Selain itu, terekam pula sebanyak 551 gempa Fase Banyak (MP), 4 gempa Low Frequency (LF), 647 gempa Guguran (RF), serta 12 gempa Tektonik (TT). Meskipun jumlah rekaman gempa ini masih tergolong cukup banyak, pihak BPPTKG melaporkan bahwa secara umum intensitas kegempaan pada minggu ini lebih rendah jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Baca Juga

Pembenahan Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis oleh Badan Gizi Nasional

Pembenahan Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis oleh Badan Gizi Nasional

Sebagai informasi penutup, banyak pihak yang menanyakan apa status aktivitas Gunung Merapi saat ini dan bagaimana kondisi suplai magmanya. Hingga saat ini, tingkat aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih ditetapkan secara resmi pada level SIAGA. Karakteristik aktivitas vulkanik gunung api ini masih berada pada tingkat yang cukup tinggi, yang secara visual diwujudkan dalam bentuk erupsi efusif. Berdasarkan seluruh data pemantauan yang dikumpulkan, indikasi kuat menunjukkan bahwa proses suplai magma masih terus berlangsung di dalam sistem vulkanik gunung tersebut.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Gunung MerapiBPPTKG YogyakartaKubah LavaVulkanologi

Berita Terbaru Lainnya

Fakta dan Penyelidikan Kasus Pembacokan Pelajar di Palmerah serta Insiden LainnyaCiri-Ciri Pinjaman Daring Mencurigakan dan Modus Penipuan yang Perlu DiwaspadaiCara Membangun Ekosistem Energi Bersih Lewat Pengolahan Sampah di Jawa BaratPembenahan Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis oleh Badan Gizi NasionalPanduan Melaporkan Kasus Pengeroyokan ke Pihak Berwajib bagi Korban dan KeluargaProfil Lima Penerima Hoegeng Awards 2026 dan Proses SeleksinyaMemperoleh KPR Aman dengan Proteksi Asuransi Jiwa Kredit di Danantara Housing Expo 2026Potensi dan Peta Jalan Pengembangan Industri Game di Indonesia

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

Ekonomi

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

30 Jul 2026

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

Hukum

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

31 Jul 2026

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

Pariwisata

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

30 Jul 2026

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&BEkonomi 路 30 Jul 2026
  3. 3Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak SahHukum 路 31 Jul 2026
  4. 4Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  5. 5Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata AntarnegaraPariwisata 路 30 Jul 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap