Menyusul gempa yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara meninjau langsung sekolah dan madrasah yang terdampak di Kabupaten Manggarai Barat pada Kamis (27/8). Peninjauan lapangan ini dilakukan kurang dari dua pekan setelah bencana melanda wilayah tersebut.
Salah satu titik peninjauan adalah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Ikhtiar yang mengalami kerusakan fisik signifikan. Gempa mengakibatkan sebagian bangunan madrasah roboh, dinding mengalami keretakan parah, dan ruang-ruang kelas tidak lagi layak difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar. Guna mempercepat perbaikan fasilitas belajar tersebut, Kementerian Transmigrasi mengalokasikan bantuan senilai Rp200 juta untuk rehabilitasi yang dikoordinasikan dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat.
Dentuman Keras & Kilatan Cahaya di Gorontalo, BMKG, Bukan Gempa

Selain meninjau madrasah, Mentrans mendatangi SDI Nanga Nae di Manggarai Barat guna melihat langsung kondisi para peserta didik pascagempa. Pada kesempatan itu, bantuan perlengkapan berupa sepatu diserahkan kepada para siswa yang kedapatan bersekolah tanpa alas kaki yang memadai.
Bantuan 19 Ton Dikirim untuk Korban Gempa NTT

Peristiwa gempa bumi pertengahan Agustus tersebut menimbulkan dampak luas di kawasan permukiman transmigrasi. Data mencatat sedikitnya 13 satuan permukiman di lima kabupaten terdampak, dengan total sekitar 1.043 kepala keluarga terdampak dan 1.536 rumah mengalami kerusakan. Kementerian Transmigrasi sebelumnya telah menyalurkan bantuan kebutuhan logistik pokok bagi warga sejak masa tanggap darurat berlangsung.






