Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, kembali menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto sampai saat ini belum memiliki rencana untuk melakukan perombakan atau reshuffle pada jajaran Kabinet Merah Putih. Pernyataan penting ini disampaikan oleh Prasetyo Hadi dalam sebuah jumpa pers setelah menghadiri rapat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Senin, 10 Agustus 2026. Penegasan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat mengenai kelanjutan susunan kabinet pemerintahan saat ini.
Pernyataan mengenai belum adanya rencana perombakan kabinet ini disampaikan di tengah kondisi masih kosongnya sejumlah jabatan wakil menteri dalam Kabinet Merah Putih. Beberapa posisi wakil menteri yang saat ini masih belum terisi antara lain adalah posisi Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamenimipas) serta Wakil Menteri Pertanian (Wamentan). Menurut penjelasan Prasetyo Hadi, hingga saat ini memang belum ada nama-nama yang disiapkan secara khusus untuk mengisi posisi Wamenimipas maupun Wamentan tersebut. Kendati demikian, ia menambahkan bahwa apabila nantinya Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk melakukan reshuffle kabinet, maka pengisian jabatan-jabatan yang masih kosong tersebut akan menjadi salah satu prioritas utama yang akan diselesaikan terlebih dahulu.
Kekosongan pada kursi jabatan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamenimipas) sendiri sudah berlangsung selama beberapa waktu. Posisi strategis ini mulai kosong sejak bulan Juni 2026 yang lalu. Hal tersebut terjadi setelah pejabat sebelumnya, yakni Silmy Karim, ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan. Sejak penetapan status hukum oleh KPK tersebut, posisi Wamenimipas belum diisi kembali oleh pejabat baru.
Sederet PR Berat di Pundak Menkeu Baru Suahasil Nazara

Sementara itu, untuk posisi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), kekosongan jabatan terjadi setelah Sudaryono secara resmi dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada akhir Juli 2026. Sudaryono ditunjuk untuk menduduki jabatan Kepala BGN guna menggantikan posisi Nanik S. Deyang yang telah mengundurkan diri dari jabatan kepala lembaga tersebut. Setelah resmi dilantik menjadi Kepala BGN, Sudaryono juga telah memberikan konfirmasi secara tegas bahwa dirinya tidak lagi menduduki posisi sebagai Wamentan. Langkah ini diambil oleh Sudaryono demi menghindari terjadinya rangkap jabatan dalam struktur pemerintahan.
Meskipun saat ini belum ada rencana untuk melakukan reshuffle kabinet, Prasetyo Hadi menekankan bahwa evaluasi terhadap kinerja dari seluruh jajaran Kabinet Merah Putih akan tetap dilakukan secara berkelanjutan. Sebelumnya, saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Selasa, 21 Juli 2026, Prasetyo sempat menjelaskan bahwa pelaksanaan proses evaluasi ataupun pengawasan terhadap kinerja para menteri dan wakil menteri tidak selalu secara otomatis berujung pada adanya keputusan reshuffle kabinet.
Izin 26 Perusahaan Pelaku Kebakaran Hutan Dibekukan, Dicabut Permanen?

Evaluasi yang dilakukan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ini memiliki sejumlah parameter penilaian yang jelas. Proses pemantauan dan penilaian terhadap jalannya kabinet dilakukan melalui koordinasi yang intensif, pemantauan secara langsung, serta pemberian masukan yang dilakukan secara berkala. Dalam melakukan evaluasi ini, aspek yang dinilai tidak hanya terbatas pada pencapaian kinerja dari masing-masing kementerian saja. Parameter evaluasi yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo juga mencakup aspek bagaimana kemampuan komunikasi publik yang ditunjukkan oleh para menteri dalam menyampaikan program dan kebijakan pemerintah kepada masyarakat luas.






