berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Berita Umum

Menghadapi Situasi Darurat Gedung Roboh Berkaca dari Insiden di Ultimo Sydney

Ance RundenganDiterbitkan 4 Agu 2026 - 03.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Menghadapi Situasi Darurat Gedung Roboh Berkaca dari Insiden di Ultimo Sydney
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Bencana gedung roboh merupakan situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat dan pemahaman akan langkah-langkah keselamatan dasar. Insiden semacam ini dapat terjadi kapan saja, seperti peristiwa sebuah gedung di Sydney, Australia, yang dilaporkan roboh pada Senin (3/8). Peristiwa yang terjadi tidak jauh dari sebuah lokasi konstruksi tersebut menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat. Mengetahui tindakan yang harus diambil saat struktur bangunan runtuh dapat meminimalkan risiko cedera dan membantu kelancaran proses evakuasi. Melalui pembahasan ini, masyarakat dapat mempelajari cara merespons situasi krisis dengan merujuk pada langkah penanganan awal dalam insiden yang terjadi di kawasan Sydney tersebut.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur

Langkah keselamatan pertama yang paling krusial saat mengetahui atau berada di dekat bangunan runtuh adalah segera menghubungi otoritas darurat atau layanan medis setempat. Kecepatan dan keakuratan pelaporan sangat menentukan waktu respons tim penyelamat untuk tiba di lokasi. Sebagai contoh dalam kasus di Australia, otoritas Ambulans New South Wales menerima panggilan darurat dari sebuah alamat di Ultimo pada pukul 11.00 waktu setempat. Saat menghubungi layanan darurat, pastikan untuk memberikan informasi lokasi yang sejelas mungkin. Dalam insiden tersebut, pelapor dapat menyebutkan patokan area seperti posisi Ultimo yang berjarak sekitar 2 kilometer dari distrik bisnis Sydney. Informasi lokasi yang akurat sangat membantu petugas medis dan tim evakuasi untuk segera meluncur ke tempat kejadian tanpa penundaan waktu pencarian alamat.

Langkah kedua adalah melakukan evakuasi mandiri secara aman dan mendata jumlah orang yang berada di sekitar area reruntuhan. Ketika tim evakuasi tiba di lokasi kejadian di Ultimo, mereka menemukan tujuh orang di tempat tersebut. Mengingat jumlah orang yang berada di lokasi bencana bisa bervariasi, penting bagi siapa saja yang selamat untuk segera menjauh dari titik pusat runtuhan dan berkumpul di area yang aman. Jika memungkinkan, catat atau ingat jumlah orang yang terlihat sebelum kejadian untuk diinformasikan kepada petugas evakuasi. Hal ini akan mempermudah tim penyelamat dalam melakukan proses pencarian korban yang mungkin masih tertimbun. Prioritaskan keselamatan diri sendiri terlebih dahulu dan jangan pernah mencoba memasuki kembali area yang sudah tidak stabil.

Baca Juga

Band Massive Attack Dilarang Tampil di Singapura Usai Kibarkan Bendera Palestina

Band Massive Attack Dilarang Tampil di Singapura Usai Kibarkan Bendera Palestina

Langkah ketiga berkaitan dengan penanganan korban di lokasi kejadian sebelum tenaga medis profesional mengambil alih. Dari tujuh orang yang ditemukan di lokasi insiden Sydney, sebanyak dua di antaranya dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Jika Anda menemukan korban di sekitar reruntuhan, hindari memindahkan mereka secara paksa kecuali terdapat ancaman nyawa yang mendesak. Pergerakan yang salah dapat memperburuk cedera para korban. Penanganan medis darurat bagi korban kritis harus segera dilakukan oleh tenaga profesional medis agar peluang keselamatan mereka meningkat, sebagaimana dilaporkan dalam berita yang turut dikutip dari Reuters tersebut. Tugas masyarakat di lokasi hanyalah memberikan ruang bagi tim evakuasi untuk bekerja secara maksimal.

Langkah keempat adalah mengidentifikasi dan menghindari potensi bahaya susulan di sekitar lokasi kejadian. Bangunan yang baru saja runtuh sering kali menyisakan struktur yang sangat rawan untuk roboh kembali. Berdasarkan sebuah video yang dirilis oleh media lokal Seven terkait insiden di Ultimo, terlihat jelas adanya sebuah tembok roboh. Selain itu, lokasi kejadian yang berada tak jauh dari sebuah lokasi konstruksi menambah tingkat risiko adanya material lain yang berjatuhan. Oleh karena itu, sangat penting bagi siapa saja yang berada di sekitar area untuk menjaga jarak aman. Jangan pernah mendekati dinding, pilar, atau struktur bangunan yang tampak retak, miring, atau menggantung. Selalu perhatikan tanda-tanda visual di sekitar Anda dan patuhi garis batas aman yang telah dipasang oleh pihak berwenang.

Baca Juga

Evakuasi dan Penyelamatan Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan Madura

Evakuasi dan Penyelamatan Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan Madura

Langkah kelima atau terakhir adalah memahami batasan kemampuan diri sendiri dan membiarkan tenaga profesional menangani penyelamatan tingkat lanjut. Meskipun ada keinginan kuat untuk menolong korban yang mungkin masih berada di dalam reruntuhan gedung, upaya penyelamatan tanpa alat pelindung diri dan keahlian khusus justru sangat berbahaya. Tim penyelamat memiliki peralatan memadai serta pelatihan khusus untuk menstabilkan struktur dan mengeluarkan korban dengan aman. Menjaga jarak dari area runtuhan, tidak menghalangi jalan akses ambulans, dan mengikuti seluruh instruksi dari otoritas berwenang adalah bentuk bantuan terbaik yang bisa diberikan oleh masyarakat awam saat menghadapi situasi darurat gedung roboh.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KeselamatanEvakuasigedung robohsydneyultimo

Berita Terbaru Lainnya

Pemulihan Pasokan Listrik Gardu Induk Gandul ke Cirendeu Usai Pemadaman Senin PagiProyeksi Inflasi Juli 2026 dan Rilis Data Ekonomi BPSCara Menghitung Pajak dan Transaksi Emas Antam Saat Harga NaikDampak Pembatalan Serangan Amerika Serikat ke Iran terhadap Potensi Penguatan RupiahDolar AS Melemah ke Level Rp 17.980Syarat Ekspor Mineral Mengandung Logam Tanah Jarang PascapenundaanAturan dan Ketentuan Ekspor Logam Tanah Jarang Serta Mineral IkutanMemantau Pergerakan IHSG dan Nilai Tukar Rupiah pada Awal Pekan Perdagangan

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Kasus Nenek di Cakung Dirampok dan Dilakban Tetangga Saat Hendak Salat

Kriminal

Kasus Nenek di Cakung Dirampok dan Dilakban Tetangga Saat Hendak Salat

3 Agu 2026

Promo Harga Spesial Home Charging HCS Ultima dari PLN di GIIAS 2026

Ekonomi

Promo Harga Spesial Home Charging HCS Ultima dari PLN di GIIAS 2026

3 Agu 2026

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

2 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Kasus Nenek di Cakung Dirampok dan Dilakban Tetangga Saat Hendak SalatKriminal 路 3 Agu 2026
  5. 5Promo Harga Spesial Home Charging HCS Ultima dari PLN di GIIAS 2026Ekonomi 路 3 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap