Indonesia memiliki potensi energi geothermal atau panas bumi yang sangat melimpah untuk menggantikan energi fosil. Berdasarkan data hingga tahun 2024, Indonesia menguasai sekitar 40 persen dari total potensi geothermal dunia, dengan kapasitas mencapai kisaran 23.965,5 Mega Watt (MW). Potensi energi yang luar biasa besar ini tersebar merata di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, hingga Sulawesi. Kendati berpotensi besar, pemanfaatannya masih menghadapi tantangan ekologi, ekonomi, hingga sosio-kultural. Dua tahun sebelum laporan ini dirilis, pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia tercatat baru mencapai angka 11 persen dari total potensi yang dimiliki.
Catatan mengenai besarnya cadangan panas bumi Indonesia ini juga pernah dikemukakan oleh Regina Tetty Mary dalam ujian doktornya di UGM pada 30 Januari 2018. Ia menyatakan bahwa Indonesia memiliki cadangan panas bumi terbesar di dunia yang mencapai 40 persen. Pada masa itu, berdasarkan data dari Kementerian ESDM RI, dunia baru memanfaatkan sekitar 9,67 persen (11,5 GW) dari total potensi panas bumi global sebesar 119,3 GW. Dalam data Kementerian ESDM tersebut, potensi panas bumi Indonesia menempati peringkat kedua sebesar 24,77 persen. Sementara itu, Filipina menjadi negara yang paling banyak memanfaatkan panas bumi dengan tingkat pemanfaatan mencapai 46,75 persen, sedangkan Jepang tercatat sebagai negara yang memanfaatkan energi geothermal secara langsung lebih banyak dibandingkan negara-negara lainnya.








