berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Nasional

Usulan Program Makan Bergizi Gratis untuk Nobel Perdamaian 2026 Diduga Bukan dari Pemerintah

Yolanda RumbayanDiterbitkan 7 Agu 2026 - 00.25 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Usulan Program Makan Bergizi Gratis untuk Nobel Perdamaian 2026 Diduga Bukan dari Pemerintah
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Pemerintah memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya dokumen usulan program Makan Bergizi Gratis untuk nominasi Nobel Perdamaian 2026 yang sempat menghebohkan publik. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, menduga kuat bahwa makalah yang mengusulkan program tersebut bukan diajukan oleh pihak pemerintah. Pernyataan tersebut disampaikan Hasan Nasbi secara langsung saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 6 Agustus. Penegasan ini memicu langkah penyelidikan lebih lanjut dari berbagai instansi terkait untuk memastikan asal-usul dokumen yang sebenarnya.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur
Ketidakjelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas penyusunan dokumen tersebut mendorong Badan Komunikasi Pemerintah RI untuk turun tangan. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, M Qodari, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengusut tuntas permasalahan ini. Pernyataan tentang adanya penyelidikan tersebut disampaikan oleh Qodari saat berada di Kantor Bakom RI, Jakarta, pada Rabu, 5 Agustus. Investigasi ini bertujuan untuk memperjelas apakah ada pihak luar atau oknum tertentu yang memanfaatkan nama program pemerintah untuk kepentingan tertentu.

Berikut adalah rincian informasi penting yang disajikan dalam format tanya jawab untuk membantu publik memahami duduk perkara mengenai usulan program Makan Bergizi Gratis ini.

Bagaimana awal mula dokumen usulan Makan Bergizi Gratis untuk Nobel Perdamaian ini beredar luas?

Isu ini pertama kali mencuat setelah sebuah akun media sosial X dengan nama pengguna @Txtdariugm mengunggah sebagian potongan dari dokumen makalah tersebut. Dalam unggahannya, akun tersebut mengeklaim telah menemukan sebuah dokumen makalah ilmiah yang diajukan agar program Makan Bergizi Gratis masuk dalam nominasi Nobel Perdamaian untuk tahun 2026. Selain itu, akun tersebut juga menyebutkan bahwa nama Prabowo tercantum sebagai salah satu penulis atau penyusun dalam makalah usulan tersebut, yang kemudian memicu perbincangan hangat di kalangan netizen.

Baca Juga

Kerugian Rakyat Indonesia Akibat Praktik Mafia Beras Mencapai Rp 100 Triliun

Kerugian Rakyat Indonesia Akibat Praktik Mafia Beras Mencapai Rp 100 Triliun

Mengapa Kementerian Dalam Negeri dikaitkan dengan peredaran dokumen usulan ini?

Kementerian Dalam Negeri ikut terseret ke dalam pusaran isu ini setelah sebuah surat dengan nomor resmi ND/KIE/001/I/2026 beredar luas di media sosial. Surat tersebut diduga memiliki kaitan dengan pengajuan makalah program Makan Bergizi Gratis tersebut. Menanggapi hal ini, Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, Benni Irwan, menyatakan bahwa pihaknya kini tengah melakukan klarifikasi internal secara menyeluruh. Langkah klarifikasi ini dilakukan untuk memastikan apakah surat dengan nomor tersebut memang benar-benar diterbitkan secara resmi oleh Kementerian Dalam Negeri atau merupakan dokumen yang tidak sah.

Apakah Institut Pemerintahan Dalam Negeri terlibat dalam penyusunan makalah tersebut?

Sebagai bagian dari upaya klarifikasi internal, pihak Kementerian Dalam Negeri langsung menghubungi lembaga pendidikan tinggi yang berada di bawah naungannya. Benni Irwan menegaskan bahwa dirinya telah berkoordinasi langsung dengan Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mengenai masalah ini. Berdasarkan hasil koordinasi dan komunikasi langsung dengan pihak rektorat, dipastikan secara resmi bahwa dokumen makalah usulan tersebut tidak berasal dari IPDN.

Baca Juga

Langkah Tepat Menghadapi Dampak Puncak Musim Kemarau dan Krisis Air Bersih

Langkah Tepat Menghadapi Dampak Puncak Musim Kemarau dan Krisis Air Bersih

Siapa staf Kementerian Dalam Negeri yang kini sedang dimintai klarifikasi terkait kasus ini?

Meskipun IPDN dinyatakan bersih dari keterlibatan penyusunan dokumen tersebut, proses penyelidikan internal Kementerian Dalam Negeri menemukan petunjuk lain. Diketahui ada seorang staf yang bernama Ashar yang bekerja di lingkungan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum). Terkait temuan ini, Akmal selaku Dirjen Polpum telah meminta agar dilakukan klarifikasi internal secara langsung kepada Ashar guna mengetahui sejauh mana keterlibatan yang bersangkutan dalam peredaran atau pembuatan dokumen tersebut.

Apa langkah selanjutnya yang akan diambil oleh instansi pemerintah terkait masalah ini?

Hingga saat ini, proses penelusuran masih terus berjalan di bawah koordinasi beberapa instansi. Badan Komunikasi Pemerintah RI berfokus pada investigasi menyeluruh mengenai kebenaran asal-usul pengajuan makalah tersebut ke komite Nobel. Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri fokus menyelesaikan klarifikasi internal terkait keabsahan surat bernomor ND/KIE/001/I/2026 dan memeriksa staf di lingkungan Dirjen Polpum. Publik diharapkan menunggu hasil investigasi resmi karena status keaslian surat dan pihak yang sebenarnya mengajukan makalah tersebut masih belum dapat dipastikan secara mutlak.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Makan Bergizi GratisKementerian Dalam NegeriHasan NasbiNobel Perdamaian

Berita Terbaru Lainnya

Kerugian Rakyat Indonesia Akibat Praktik Mafia Beras Mencapai Rp 100 TriliunMenilik Pilihan Smart TV Terjangkau di Bawah Rp3 Juta untuk Hiburan KeluargaLangkah Tepat Menghadapi Dampak Puncak Musim Kemarau dan Krisis Air BersihTemuan Senjata Api, Narkoba, dan CD Porno di Yayasan Sekolah Pondok PinangDaniel Mananta Apresiasi Program Bangun Rumah Tukangku Semen Tiga RodaKlarifikasi RS Pusri Palembang Terkait Komentar Dokter Tamara Dewi Jasmine di Media SosialInstruksi Gubernur Pramono Anung Usai Viral Oknum Nakes Mencibir Pasien BPJS KesehatanMenakar Kemampuan Tablet Menggantikan Laptop dari Pengalaman Pengguna

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

Nasional

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di KonserNasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap