berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Nasional

Kerugian Rakyat Indonesia Akibat Praktik Mafia Beras Mencapai Rp 100 Triliun

Marthen TandirerungDiterbitkan 7 Agu 2026 - 01.34 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kerugian Rakyat Indonesia Akibat Praktik Mafia Beras Mencapai Rp 100 Triliun
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa kerugian yang diderita oleh rakyat Indonesia akibat praktik culas mafia beras telah mencapai angka yang sangat fantastis, yaitu Rp 100 triliun. Pernyataan ini disampaikan oleh Mentan seusai menghadiri sebuah acara di Universitas Diponegoro pada hari Kamis, 6 Agustus 2026. Kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah karena berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas dan stabilitas harga bahan pangan pokok nasional.

Hingga saat ini, proses hukum terhadap jaringan mafia pangan tersebut terus berjalan. Pihak berwenang setidaknya telah menetapkan 38 orang sebagai tersangka dalam penanganan kasus penyalahgunaan dan manipulasi komoditas beras ini. Penyelidikan mendalam masih terus dilakukan guna mengungkap seluruh jaringan yang terlibat dalam ekosistem perdagangan beras yang merugikan masyarakat tersebut.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur

Untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai kasus ini, berikut adalah beberapa pertanyaan dan jawaban penting terkait temuan kementerian dan aparat penegak hukum mengenai aktivitas mafia beras di Indonesia.

Pertanyaan: Bagaimana rincian mengenai kerugian Rp 100 triliun akibat mafia beras ini?

Jawaban: Angka kerugian sebesar Rp 100 triliun merupakan akumulasi dampak dari berbagai praktik curang yang dilakukan oleh para pelaku usaha nakal di sektor perberasan. Menurut penjelasan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, kerugian tersebut secara langsung dibebankan kepada konsumen atau rakyat biasa yang harus membayar harga beras jauh di atas nilai wajarnya. Dalam penanganan kasus besar ini, penegak hukum telah bergerak dan menetapkan sedikitnya 38 tersangka yang diduga kuat terlibat dalam jaringan mafia beras tersebut. Penyelidikan terus dikembangkan untuk melihat seberapa jauh gurita aktivitas ilegal ini telah merusak sistem distribusi pangan nasional.

Pertanyaan: Apa maksud dari keuntungan Rp 2 triliun yang sebelumnya sempat disinggung oleh Presiden?

Baca Juga

Investor China dan Rusia Minati Proyek Kereta Trans Kalimantan

Investor China dan Rusia Minati Proyek Kereta Trans Kalimantan

Jawaban: Sebelumnya, Presiden sempat menyinggung adanya sebuah perusahaan penggilingan padi yang berhasil meraup keuntungan luar biasa hingga mencapai Rp 2 triliun. Namun, Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan klarifikasi penting mengenai angka tersebut setelah menghadiri acara di Universitas Diponegoro. Amran menegaskan bahwa nominal Rp 2 triliun tersebut bukanlah bentuk keuntungan bersih dari hasil praktik bisnis yang sehat dan jujur. Sebaliknya, jumlah uang yang sangat besar itu diperoleh sepenuhnya melalui tindakan penipuan dan manipulasi pasar.

Pertanyaan: Siapa pelaku di balik penipuan Rp 2 triliun tersebut dan bagaimana kapasitas operasinya?

Jawaban: Pelaku utama di balik penipuan bernilai triliunan rupiah ini adalah sebuah grup perusahaan berskala besar. Perusahaan ini bukan sekadar penggilingan padi kecil, melainkan sebuah korporasi raksasa yang memiliki infrastruktur produksi yang sangat masif. Berdasarkan data yang diungkapkan oleh Menteri Pertanian, grup perusahaan besar ini mempunyai kapasitas giling padi yang berkisar antara 1.000 hingga 2.000 ton per hari. Dengan kapasitas produksi sebesar itu, dampak dari manipulasi harga yang mereka lakukan menjadi sangat masif dan memengaruhi pasokan serta harga beras di pasaran secara signifikan.

Pertanyaan: Bagaimana modus operandi manipulasi harga yang dilakukan oleh grup perusahaan tersebut?

Jawaban: Modus operandi yang dijalankan oleh grup perusahaan besar ini berpusat pada manipulasi kualitas dan harga jual beras. Mereka membeli atau memproses beras yang secara aturan dan kualitas seharusnya dijual dengan harga normal Rp 8.000 per kilogram. Namun, beras tersebut kemudian dikemas ulang atau diberi label sebagai beras kelas premium agar bisa dijual ke pasaran dengan harga Rp 17.000 per kilogram. Selisih harga yang sangat tinggi inilah yang menjadi sumber utama keuntungan ilegal mereka. Selain itu, praktik serupa juga ditemukan pada komoditas beras fortifikasi. Beras fortifikasi yang seharusnya memiliki harga jual wajar di kisaran Rp 12.000 hingga Rp 13.000 per kilogram, justru ditawarkan dan dijual oleh mereka dengan harga melonjak tajam hingga menyentuh Rp 42.000 per kilogram.

Baca Juga

Sepuluh Tenaga Kesehatan Terancam Kehilangan Izin Praktik akibat Tindakan Nirempati di Media Sosial

Sepuluh Tenaga Kesehatan Terancam Kehilangan Izin Praktik akibat Tindakan Nirempati di Media Sosial

Pertanyaan: Mengapa nama grup perusahaan besar yang terlibat penipuan Rp 2 triliun belum diumumkan ke publik?

Jawaban: Menteri Pertanian Amran Sulaiman secara sengaja memilih untuk tidak membocorkan atau menyebutkan nama spesifik dari grup perusahaan besar yang melakukan penipuan tersebut. Langkah ini diambil karena kasus hukum yang menjerat korporasi tersebut saat ini masih berjalan aktif di tingkat penyelidikan dan peradilan. Amran menyatakan bahwa secara etika hukum tidak tepat untuk menunjuk langsung identitas perusahaan tersebut ke publik selama proses hukum formal masih berlangsung dan belum berkekuatan hukum tetap.

Melalui penindakan tegas terhadap 38 tersangka dan pengawasan ketat terhadap operasional penggilingan padi berkapasitas besar, pemerintah berharap dapat menekan ruang gerak mafia beras di masa mendatang. Pengungkapan kasus manipulasi beras premium dan beras fortifikasi ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi tindakan penipuan yang secara langsung membebani dompet rakyat kecil.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap fluktuasi harga beras yang tidak wajar di pasaran. Proses hukum yang sedang berjalan diharapkan dapat segera tuntas sehingga keadilan ekonomi bagi seluruh konsumen beras di Indonesia dapat dipulihkan secara menyeluruh.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kementerian pertanianAmran SulaimanMafia Beras

Berita Terbaru Lainnya

Investor China dan Rusia Minati Proyek Kereta Trans KalimantanPrabowo Putuskan Calon Gubernur Bank Indonesia Pekan IniPendaki Legendaris Nirmal Purja Meninggal Dunia Akibat Longsoran Salju di Broad Peak PakistanSepuluh Tenaga Kesehatan Terancam Kehilangan Izin Praktik akibat Tindakan Nirempati di Media SosialMenilik Pilihan Smart TV Terjangkau di Bawah Rp3 Juta untuk Hiburan KeluargaLangkah Tepat Menghadapi Dampak Puncak Musim Kemarau dan Krisis Air BersihTemuan Senjata Api, Narkoba, dan CD Porno di Yayasan Sekolah Pondok PinangUsulan Program Makan Bergizi Gratis untuk Nobel Perdamaian 2026 Diduga Bukan dari Pemerintah

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

Nasional

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di KonserNasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap