Kondisi perekonomian masyarakat Indonesia saat ini menunjukkan bahwa sektor informal masih memegang peranan yang sangat besar. Berdasarkan data ketenagakerjaan, pekerja sektor informal yang rentan masih mendominasi dengan persentase mencapai 59,30%. Dalam situasi ekonomi yang dinamis ini, pemenuhan kebutuhan sekunder seperti hiburan keluarga menuntut kearifan dalam mengatur anggaran belanja. Oleh karena itu, kehadiran perangkat elektronik rumah tangga yang ramah di kantong menjadi solusi yang sangat dicari. Salah satu perangkat yang kini semakin diminati adalah televisi pintar atau Smart TV dengan harga terjangkau, khususnya yang berada di kisaran di bawah Rp3 juta. Perangkat di kelas harga ini dinilai sudah mampu menawarkan fitur yang cukup lengkap untuk memenuhi kebutuhan hiburan di dalam rumah.
Secara definisi, Smart TV merupakan televisi pintar yang dilengkapi dengan sistem operasi, koneksi internet, serta berbagai fitur digital. Keberadaan teknologi ini memungkinkan pengguna untuk mengakses berbagai konten online secara langsung tanpa memerlukan perangkat tambahan seperti TV box. Dalam hal fungsionalitas, Smart TV dibekali dengan sistem operasi dan fitur-fitur canggih yang menyerupai kemampuan komputer atau smartphone. Pengguna cukup menghubungkan televisi pintar ini ke jaringan WiFi rumah atau menggunakan kabel internet untuk menjalankan berbagai macam aplikasi. Beberapa aktivitas digital yang bisa dilakukan antara lain mengakses layanan streaming film, membuka platform YouTube, mendengarkan musik, bermain gim, hingga melakukan penjelajahan internet secara langsung di layar kaca yang lebih besar.








