berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Nasional

Instruksi Gubernur Pramono Anung Usai Viral Oknum Nakes Mencibir Pasien BPJS Kesehatan

Bambang SetiawanDiterbitkan 6 Agu 2026 - 23.42 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Instruksi Gubernur Pramono Anung Usai Viral Oknum Nakes Mencibir Pasien BPJS Kesehatan
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Gelombang kecaman publik meluas setelah dugaan perilaku tidak berempati yang dilakukan oknum tenaga kesehatan terhadap pasien pengguna BPJS Kesehatan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kasus yang berawal dari unggahan keluhan pasien di platform X ini dengan cepat memicu reaksi keras warganet yang mengumpulkan bukti-bukti komentar mencibir dari sejumlah akun medis. Menyikapi timbulnya keresahan masyarakat mengenai kualitas pelayanan kesehatan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta langsung bertindak. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur
meminta jajaran Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk turun tangan mendalami dugaan pelanggaran etika pelayanan tersebut.

Apa yang menjadi penyebab awal beredarnya dugaan aksi cibiran nakes terhadap pasien BPJS Kesehatan?

Kontroversi ini pertama kali mencuat setelah pemilik akun X @yurizaltrich membagikan pengalaman keluhan pelayanan kesehatan pada 22 Juli 2026. Pemilik akun menyampaikan kekecewaannya lantaran belum juga memperoleh kamar rawat inap kendati telah menunggu hingga delapan jam di fasilitas kesehatan. Dalam unggahan keluhannya tersebut, ia menuliskan kalimat, "8 jam blm dpt ruangan, Ga mau spill RS nya, soalnya gue pakai BPJS". Bukannya mendapatkan penanganan yang responsif atau rasa simpati, unggahan keluhan itu justru ditanggapi oleh beberapa akun yang diduga milik tenaga kesehatan dengan balasan yang dinilai nirempati dan merendahkan martabat pasien pengguna BPJS Kesehatan.

Bagaimana eskalasi dampak dari unggahan tersebut hingga memicu perhatian masif di media sosial?

Baca Juga

Kerugian Rakyat Indonesia Akibat Praktik Mafia Beras Mencapai Rp 100 Triliun

Kerugian Rakyat Indonesia Akibat Praktik Mafia Beras Mencapai Rp 100 Triliun

Perbincangan mengenai balasan komentar yang dinilai tidak pantas tersebut kian meluas dan memuncak ketika pemilik akun X tersebut, Yurizal Tri Chaerawan, dikabarkan meninggal dunia pada 31 Juli 2026. Kabar duka ini membuat warganet makin gencar menyoroti etika pelayanan medis dan mengumpulkan beragam tangkapan layar berisi respons cibiran dari para oknum tenaga kesehatan. Pengguna internet juga menyebarkan profil akun-akun yang melontarkan tanggapan sinis tersebut. Berdasarkan hasil pengumpulan bukti oleh warganet, muncul dugaan bahwa di antara oknum nakes yang memberikan komentar nirempati tersebut, terdapat individu yang bertugas di fasilitas kesehatan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Bagaimana ketegasan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam menyikapi perlakuan terhadap peserta BPJS Kesehatan?

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan arahan dan tanggapan resminya secara langsung di Balai Kota Jakarta pada Kamis, 6 Agustus 2026. Pramono menegaskan bahwa setiap masyarakat yang memanfaatkan fasilitas jaminan kesehatan memiliki hak setara untuk memperoleh pelayanan medis terbaik. Ia mengingatkan bahwa seluruh peserta BPJS Kesehatan mempunyai hak yang sama dan dilindungi oleh undang-undang, sehingga perlakuan mencibir atau merendahkan tidak boleh terjadi di dunia medis. Pramono menyatakan komitmennya untuk memastikan tidak ada perbedaan kualitas pelayanan maupun perlakuan tidak etis terhadap warga yang berobat menggunakan BPJS Kesehatan.

Mengapa standar etika tenaga kesehatan di wilayah DKI Jakarta mendapat perhatian yang amat ketat?

Baca Juga

Langkah Tepat Menghadapi Dampak Puncak Musim Kemarau dan Krisis Air Bersih

Langkah Tepat Menghadapi Dampak Puncak Musim Kemarau dan Krisis Air Bersih

Pramono Anung menggarisbawahi bahwa sektor kesehatan dan pendidikan merupakan dua bidang pelayanan dasar yang menjadi fokus utama serta sangat dijaga keberlangsungannya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pengawasan etika menjadi sangat penting mengingat ibu kota mengelola jaringan fasilitas kesehatan dalam skala yang amat besar. Saat ini, wilayah DKI Jakarta ditopang oleh 31 rumah sakit, 44 puskesmas, serta 292 pembantu puskesmas. Dari seluruh fasilitas kesehatan yang beroperasi tersebut, ada puluhan ribu tenaga kesehatan yang beraktivitas melayani masyarakat setiap hari. Oleh sebab itu, integritas dan empati seluruh tenaga medis wajib dijaga demi mempertahankan kepercayaan masyarakat.

Langkah konkret apa yang diinstruksikan Pemprov DKI Jakarta kepada Dinas Kesehatan untuk menindak oknum yang terlibat?

Menanggapi laporan dan bukti-bukti yang beredar, Gubernur Pramono Anung secara tegas meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk mendalami kasus ini dan mengambil tindakan yang diperlukan. Pramono secara khusus meminta Kepala Dinas Kesehatan beserta Bu Premi untuk mempelajari detail persoalan, melakukan evaluasi, serta mengingatkan seluruh jajaran tenaga medis. Gubernur meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk memberikan sanksi berupa peringatan resmi bagi siapa pun tenaga kesehatan yang terbukti melakukan tindakan cibiran atau merendahkan pasien peserta BPJS Kesehatan, guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pramono AnungBPJS KesehatanTenaga KesehatanDinkes DKI Jakarta

Berita Terbaru Lainnya

Kerugian Rakyat Indonesia Akibat Praktik Mafia Beras Mencapai Rp 100 TriliunMenilik Pilihan Smart TV Terjangkau di Bawah Rp3 Juta untuk Hiburan KeluargaLangkah Tepat Menghadapi Dampak Puncak Musim Kemarau dan Krisis Air BersihTemuan Senjata Api, Narkoba, dan CD Porno di Yayasan Sekolah Pondok PinangUsulan Program Makan Bergizi Gratis untuk Nobel Perdamaian 2026 Diduga Bukan dari PemerintahDaniel Mananta Apresiasi Program Bangun Rumah Tukangku Semen Tiga RodaKlarifikasi RS Pusri Palembang Terkait Komentar Dokter Tamara Dewi Jasmine di Media SosialMenakar Kemampuan Tablet Menggantikan Laptop dari Pengalaman Pengguna

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

Nasional

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di KonserNasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap