Sebanyak 51 tahun masa hidupnya telah didedikasikan oleh Sonijan untuk membangun rumah bagi orang lain. Pria berusia 68 tahun yang akrab disapa Mbah Jan ini merupakan seorang tukang bangunan senior di Lampung yang merantau dari Jawa. Setelah puluhan tahun berkecimpung di dunia konstruksi, Mbah Jan akhirnya dapat merasakan kebahagiaan memiliki rumah baru yang kokoh di masa tuanya. Impian tersebut berhasil diwujudkan melalui program bertajuk "Bangun Rumah Tukangku", sebuah inisiatif sosial yang diselenggarakan oleh produsen semen terkemuka, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. melalui brand Semen Tiga Roda. Program ini hadir sebagai langkah nyata untuk memberikan penghargaan kepada mereka yang telah berkontribusi besar dalam pembangunan fisik di berbagai daerah.
Kisah hidup Mbah Jan di desanya penuh dengan nilai-nilai kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama. Di lingkungan tempat tinggalnya di Lampung, ia dikenal sebagai sosok yang sangat ikhlas membantu merenovasi rumah para warga sekitar dengan hanya menerima upah seikhlasnya tanpa pernah mematok tarif tertentu. Sikap tidak mementingkan diri sendiri ini juga terlihat dalam keputusan keluarganya beberapa waktu lalu. Mbah Jan memilih untuk menggunakan uang kiriman dari anaknya, yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, demi membangun rumah sang anak terlebih dahulu agar memiliki masa depan yang lebih baik. Sementara itu, ia bersama istrinya memilih untuk tetap bertahan dan tinggal di rumah mereka sendiri yang kondisinya sudah mengalami banyak kerusakan di berbagai sudut.








