Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago melakukan kunjungan kerja penting ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kunjungan kerja yang berlangsung pada hari Sabtu tersebut juga diisi dengan agenda ramah tamah bersama jajaran pemerintah daerah setempat. Dalam kesempatan tatap muka tersebut, Menko Polkam memberikan peringatan keras kepada seluruh pejabat, khususnya mereka yang bertugas di daerah, untuk selalu menjaga amanah yang telah dipercayakan oleh rakyat. Beliau menekankan pentingnya mengemban tanggung jawab dengan penuh dedikasi demi kepentingan masyarakat luas.
Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menegaskan bahwa setiap jabatan yang disandang oleh seorang pejabat pemerintahan harus dijalankan dengan penuh kejujuran. Menko Polkam memperingatkan dengan tegas agar tidak ada pejabat yang menyalahgunakan wewenang dan jabatan mereka untuk kepentingan pribadi. Menurut beliau, posisi yang dipegang oleh pejabat bukanlah sarana untuk mencari keuntungan personal, melainkan sebuah tanggung jawab besar yang menuntut integritas tinggi. Oleh karena itu, kejujuran harus menjadi landasan utama dalam setiap tindakan dan kebijakan yang diambil oleh para pejabat di daerah.
Dalam kunjungan kerjanya di Banjarbaru tersebut, Menko Polkam juga menyoroti fenomena hukum yang belakangan ini kerap menjerat para pejabat publik. Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam atas maraknya kasus hukum yang melibatkan kepala daerah dan pejabat pemerintahan akhir-akhir ini. Beliau menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat yang telah diberikan dengan tulus melalui proses pemilihan umum sering kali dikhianati begitu saja oleh oknum-oknum pejabat yang tersangkut masalah hukum tersebut. Hal ini tentu menjadi catatan merah yang harus segera dibenahi demi menjaga muruah pemerintahan.
Soal Wacana Ambang Batas Parlemen 5 Persen, PDIP Minta Tetap Patuhi Putusan MK

Menko Polkam Djamari Chaniago kembali menekankan bahwa jabatan publik pada hakikatnya merupakan sebuah titipan kepercayaan dari rakyat. Sebagai sebuah titipan, wewenang yang melekat pada jabatan tersebut sudah sepatutnya digunakan sepenuhnya untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Kewenangan yang dimiliki oleh pejabat harus diarahkan untuk membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi daerah dan warganya, bukan justru dimanfaatkan sebagai alat untuk memperkaya diri sendiri.
Lebih lanjut, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago mengingatkan seluruh pejabat bahwa setiap posisi kepemimpinan memiliki batas waktu yang telah ditentukan. Mengingat adanya batasan masa jabatan tersebut, para pejabat diharapkan dapat memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya untuk mengabdi kepada masyarakat melalui kerja-kerja yang bertanggung jawab. Beliau mengingatkan bahwa kejujuran adalah fondasi paling utama dalam menjalankan roda pemerintahan. Segala bentuk kebohongan atau penyimpangan pada akhirnya pasti akan terbuka juga, dan hal tersebut akan mendatangkan konsekuensi yang jauh lebih besar serta merugikan bagi pelaku itu sendiri.
Respons Bahlil Soal Fahd Arafiq Jadi Tersangka Korupsi

Sebagai penutup dari rangkaian arahannya dalam kunjungan kerja di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Menko Polkam Djamari Chaniago menyampaikan pesan yang mendalam mengenai hakikat pengabdian. Beliau menyatakan bahwa dedikasi serta pengabdian kepada bangsa dan negara tidak boleh terhenti hanya karena seseorang telah menyelesaikan masa jabatannya atau telah memasuki masa pensiun. Tanggung jawab moral untuk berkontribusi bagi kemajuan tanah air harus tetap tertanam kuat dan terus berlanjut, bahkan setelah masa tugas resmi sebagai pejabat negara telah berakhir.






