Perkembangan bisnis infrastruktur di Indonesia terus menunjukkan dinamika positif, salah satunya terlihat pada kinerja PT Nusantara Infrastructure Tbk melalui entitas asosiasinya, yakni PT Margautama Nusantara Group. Sepanjang Semester I 2026, perusahaan mencatatkan pertumbuhan operasional dan profitabilitas yang cukup signifikan pada sektor jalan tol. Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai pencapaian ini, berikut adalah rangkuman informasi penting dalam bentuk tanya jawab.
Bagaimana perkembangan volume lalu lintas di jalan tol yang dikelola oleh Margautama Nusantara Group?
Berdasarkan data pencapaian aktual hingga bulan Juni 2026, total volume lalu lintas kendaraan di jaringan jalan tol Margautama Nusantara Group mengalami peningkatan sebesar 5,9 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan Lalu Lintas Harian Rata-Rata di beberapa ruas tol utama. Di Jalan Tol BSD, Lalu Lintas Harian Rata-Rata tumbuh sebesar 5,6 persen secara year-on-year. Sementara itu, Jalan Tol Makassar mencatatkan pertumbuhan Lalu Lintas Harian Rata-Rata yang lebih tinggi, yaitu mencapai 6,2 persen secara year-on-year.
Siapa saja pengelola jalan tol yang berada di bawah naungan Margautama Nusantara Group?
Margautama Nusantara Group mengelola beberapa ruas jalan tol melalui anak usaha langsung, anak usaha tidak langsung, serta entitas asosiasi. Untuk anak usaha langsung, terdapat PT Bintaro Serpong Damai yang mengelola Jalan Tol Ruas Serpong-Pondok Aren sepanjang 7,25 kilometer, serta PT Makassar Metro Network yang mengelola Jalan Tol Ujung Pandang Seksi 1-3 dengan panjang 10 kilometer. Untuk anak usaha tidak langsung, terdapat PT Makassar Airport Network yang mengelola Jalan Tol Ujung Pandang Seksi IV sepanjang 11,57 kilometer dan Jalan Akses Tol Makassar New Port sepanjang 3,2 kilometer. Selain itu, Margautama Nusantara memiliki kepemilikan di tiga entitas asosiasi, yaitu PT Jakarta Lingkar Baratsatu selaku pengelola Tol Kebon Jeruk-Penjaringan, PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek selaku pengelola Jalan Layang Mohamed Bin Zayed, dan PT Jasamarga Transjawa Tol selaku pengelola Jalan Tol Trans Jawa.
IHSG Sesi I Melemah 0,76%, Ini Penyebabnya

Bagaimana dampak peningkatan operasional tol ini terhadap kinerja keuangan perusahaan?
Kenaikan volume lalu lintas ini berdampak langsung pada pendapatan Margautama Nusantara Group yang tercatat mencapai Rp424,1 miliar, atau naik 7,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih atau net income Margautama Nusantara Group juga tumbuh 12 persen secara year-on-year pada Semester I 2026, yang didukung oleh perbaikan kinerja operasional serta penurunan beban bunga. Dampak positif ini turut dirasakan oleh PT Nusantara Infrastructure Tbk yang mencatatkan bagian laba bersih entitas asosiasi sebesar Rp55,1 miliar, meningkat 12 persen secara year-on-year. Dari sisi neraca keuangan, ekuitas PT Nusantara Infrastructure Tbk meningkat sebesar 0,2 persen sementara liabilitasnya menurun sebesar 8,5 persen dibandingkan dengan posisi pada tahun 2025.
Bagaimana tanggapan manajemen terkait pencapaian kinerja pada Semester I 2026 ini?
Head of Corporate Communication & CSR PT Nusantara Infrastructure Tbk, Indah D.P. Pertiwi, menyatakan bahwa di tengah dinamika biaya mobilitas, kinerja bisnis jalan tol tetap menunjukkan perkembangan yang positif. Ia mengungkapkan bahwa peningkatan laba dari operasional dan net income Margautama Nusantara Group mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga kualitas operasional sekaligus mengoptimalkan kinerja aset di setiap wilayah. Ke depan, perusahaan akan terus menjaga kualitas layanan dan efisiensi operasional agar dapat memberikan nilai yang berkelanjutan bagi pengguna jalan dan seluruh pemangku kepentingan.
Bos Summarecon Terjaring OTT KPK di Kementerian ATR/BPN, Puluhan Koper Uang Diamankan

Apakah PT Nusantara Infrastructure Tbk membagikan dividen kepada pemegang sahamnya?
Ya, perusahaan telah merealisasikan pembagian dividen. Pada bulan April 2026, PT Nusantara Infrastructure Tbk melakukan deklarasi pembagian dividen dengan total nilai sebesar Rp45,4 miliar. Seluruh kewajiban pembayaran dividen tersebut telah dibayarkan sepenuhnya kepada para pemegang saham pada bulan Juni 2026.
Bagaimana dengan kinerja unit bisnis non-tol seperti air bersih dan energi terbarukan?
Selain sektor jalan tol, portofolio bisnis pengelolaan air bersih dan energi terbarukan menunjukkan hasil yang bervariasi. Pada bisnis air bersih, volume penjualan air SCTK mengalami peningkatan sebesar 3,9 persen secara year-on-year. Kenaikan ini didukung oleh adanya penambahan pelanggan baru serta perluasan area penjualan ke kawasan industri baru. Sebaliknya, pada sektor energi terbarukan, volume penjualan terkoreksi sebesar 16,4 persen secara year-on-year. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh keterbatasan ketersediaan feedstock pada RPSL. Indah D.P. Pertiwi menegaskan bahwa perseroan akan terus mengoptimalkan kinerja seluruh portofolio bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, serta menerapkan pengelolaan risiko secara prudent untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.






