berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Ekonomi

Kebijakan Likuiditas Makroprudensial Bank Indonesia untuk Mendorong Kredit Sektor Riil

Usat BalangDiterbitkan 1 Agu 2026 - 16.06 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kebijakan Likuiditas Makroprudensial Bank Indonesia untuk Mendorong Kredit Sektor Riil
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Apa langkah terbaru Bank Indonesia dalam mendorong penyaluran kredit ke sektor riil? Bank Indonesia mendorong industri perbankan nasional agar kembali fokus menjalankan fungsi dasarnya sebagai lembaga intermediasi keuangan, yakni dengan menyalurkan kredit ke sektor riil. Langkah strategis ini diambil untuk mengantisipasi agar bank tidak lebih memilih menempatkan likuiditas mereka secara berlebihan pada instrumen surat berharga, seperti Surat Berharga Negara serta Sertifikat Rupiah Bank Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mendorong penyaluran kredit tersebut, Bank Indonesia tengah mempersiapkan kebijakan likuiditas makroprudensial baru yang di dalamnya memuat skema insentif dan disinsentif untuk industri perbankan.

Mengapa Bank Indonesia merasa perlu mengeluarkan kebijakan likuiditas baru ini? Latar belakang dari kebijakan baru ini bermula dari hasil pemetaan yang dilakukan oleh pihak Bank Indonesia terhadap seluruh bank yang beroperasi. Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, ditemukan fakta bahwa rasio kepemilikan surat berharga memiliki variasi yang cukup lebar antarbank. Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam sebuah pemaparan di Parapat, Sumatera Utara, pada hari Jumat (31/7), mengungkapkan bahwa kebijakan likuiditas makroprudensial baru ini disiapkan untuk merespons kondisi tersebut. Pihaknya tidak ingin perbankan terlalu banyak menempatkan likuiditas pada instrumen surat berharga karena hal itu dinilai menyimpang dari fungsi utama perbankan sebagai penghubung antara sektor keuangan dan sektor riil. Melalui skema insentif dan disinsentif ini, perbankan diharapkan dapat lebih terpacu untuk mengarahkan likuiditas mereka ke sektor riil yang membutuhkan pembiayaan.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Bagaimana pembagian skema insentif baru yang ditawarkan oleh Bank Indonesia? Untuk mendorong penyesuaian portofolio ini, Bank Indonesia memperkenalkan sebuah skema baru yang diberi nama Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial Pendalaman Pasar Uang. Dalam skema ini, Bank Indonesia menawarkan alokasi insentif paling tinggi sebesar 2,0 persen dari Dana Pihak Ketiga. Bank yang memiliki rasio kepemilikan surat berharga di bawah 19 persen dari total pendanaan berhak memperoleh insentif maksimum sebesar 200 basis poin atau setara dengan 2,0 persen dari Dana Pihak Ketiga. Sebaliknya, bagi bank yang memiliki rasio kepemilikan surat berharga sebesar 19 persen atau lebih tinggi, mereka tidak akan mendapatkan insentif ini sama sekali, alias mendapatkan 0 basis poin.

Baca Juga

Fakta Menarik Perkembangan QRIS, Dari Merchant UMKM hingga Transaksi Antarnegara

Fakta Menarik Perkembangan QRIS, Dari Merchant UMKM hingga Transaksi Antarnegara

Apakah kebijakan ini merupakan bentuk larangan bagi perbankan untuk memiliki surat berharga? Skema kebijakan baru yang dirancang oleh Bank Indonesia ini sama sekali bukan merupakan sebuah larangan langsung bagi bank untuk memiliki surat berharga. Bank Indonesia tidak melarang perbankan menempatkan dana pada instrumen seperti Surat Berharga Negara atau Sertifikat Rupiah Bank Indonesia. Kebijakan ini melainkan berfungsi sebagai sebuah mekanisme agar perbankan secara alami dapat menyesuaikan portofolio mereka sendiri. Tujuannya adalah agar perbankan dapat menjaga tingkat kepemilikan surat berharga mereka pada level yang tidak berlebihan, sehingga fungsi intermediasi ke sektor riil dapat berjalan lebih optimal.

Kapan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial baru ini mulai diberlakukan? Pelaku industri perbankan perlu mengetahui bahwa kebijakan baru ini tidak langsung diterapkan dalam waktu dekat. Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial tersebut baru akan berlaku secara efektif mulai tanggal 1 September 2026. Waktu transisi yang cukup panjang ini memberikan kesempatan bagi perbankan untuk melakukan penyesuaian porsi kepemilikan surat berharga mereka secara bertahap tanpa mengganggu stabilitas operasional. Kebijakan pengaturan kepemilikan surat berharga ini juga merupakan satu paket dengan sejumlah kebijakan makroprudensial lain yang ditujukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga

IHSG Bangkit Setelah Melemah Enam Hari, Begini Peta Pergerakan Dana Asing

IHSG Bangkit Setelah Melemah Enam Hari, Begini Peta Pergerakan Dana Asing

Apa saja langkah lain yang telah dijalankan Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi? Dalam menjalankan perannya, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk tetap menaruh perhatian besar pada pertumbuhan ekonomi nasional tanpa mengabaikan stabilitas. Untuk mendorong pertumbuhan tersebut, Bank Indonesia memanfaatkan bauran kebijakan makroprudensial serta kebijakan sistem pembayaran. Salah satu instrumen kebijakan yang sudah berjalan saat ini adalah program pengurangan Giro Wajib Minimum. Pengurangan Giro Wajib Minimum ini diberikan kepada bank yang aktif menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas yang telah ditentukan, termasuk di antaranya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah serta masyarakat berpenghasilan rendah. Kombinasi kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara menjaga stabilitas keuangan dan memacu laju perekonomian.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank IndonesiaKebijakan MakroprudensialKLM PPUKredit PerbankanSektor Riil

Berita Terbaru Lainnya

Cara Mematuhi Aturan Tebang Pohon di Bandung agar Terhindar dari Sanksi HukumAturan Penebangan Pohon di Bandung dan Sanksi Hukum bagi PelanggarMaestro Seni Rupa Nasirun Meninggal Dunia, Waktu, Lokasi, dan Rencana PemakamanMemahami Alasan Pemisahan Anggaran Makan Bergizi Gratis dari Dana Pendidikan Menunggu 2028Jadwal Wayang Kulit Ki Eko Suwaryo Agustus 2026 dan Link Live StreamingFakta Menarik Perkembangan QRIS, Dari Merchant UMKM hingga Transaksi AntarnegaraIHSG Bangkit Setelah Melemah Enam Hari, Begini Peta Pergerakan Dana AsingOJK Catat Investor Kripto Didominasi Pria, Perempuan Dinilai Lebih Sadar Risiko

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

Hukum

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

1 Agu 2026

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

Nasional

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  3. 3Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  4. 4Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab SaudiEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan HukumnyaHukum 路 1 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap