Kebakaran hebat melanda Pasar Belik di Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Sabtu (29/8) malam. Peristiwa tersebut menghanguskan sedikitnya 120 kios dan 500 lapak pedagang setelah kobaran api merambat cepat dan baru berhasil dipadamkan pada Minggu (30/8) dini hari.
Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana mengungkapkan bahwa sebagian besar bangunan pasar terdampak kebakaran. Dari total 187 kios dan 635 lapak yang berdiri di Pasar Belik, sebagian besar kini tinggal puing. Api pertama kali terlihat sekitar pukul 18.00 WIB dan langsung membesar akibat banyaknya material mudah terbakar serta tiupan angin kencang di lokasi.
Proses pemadaman melibatkan empat mobil pemadam kebakaran serta bantuan unit tambahan dari Purbalingga. Setelah api padam pada Minggu pagi, petugas kepolisian memasang garis polisi di sekitar reruntuhan pasar.
Dentuman Keras & Kilatan Cahaya di Gorontalo, BMKG, Bukan Gempa

Untuk mengusut pemicu kebakaran, tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah diterjunkan langsung ke lokasi kejadian. Di saat yang sama, puluhan personel dari Polres Pemalang dan Polsek Belik disiagakan guna mengamankan area terdampak sekaligus mencegah aksi penjarahan terhadap barang-barang pedagang yang masih dapat diselamatkan.
Kerugian materiil yang dialami para pedagang ditaksir cukup besar. Sutinah, salah seorang pedagang kelontong di Pasar Belik, mengaku mengalami kerugian lebih dari Rp100 juta lantaran seluruh isi tokosudah ludes terbakar saat ia tiba di lokasi.
Bantuan 19 Ton Dikirim untuk Korban Gempa NTT

Plt Bupati Pemalang Nurkholes menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pemalang telah menerjunkan petugas untuk melakukan pendataan menyeluruh, mulai dari jumlah lapak rusak, identitas pedagang terdampak, hingga taksiran total nilai kerugian. Pemerintah daerah juga sedang membahas rencana penyiapan lokasi relokasi sementara agar pedagang dapat kembali menyambung aktivitas usaha mereka.






