PTPN Group mempercepat langkah strategis untuk memperkuat ketahanan komoditas hortikultura di tanah air. Holding perkebunan pelat merah ini menyiapkan lahan budi daya seluas 10.000 hektare di kawasan Jawa Barat pada 2026 guna mendukung pencapaian swasembada bawang putih nasional.
Langkah ekspansi tersebut merupakan bagian awal dari peta jalan jangka panjang holding. Direktur Utama PTPN III, Denaldy Mulino Mauna, menegaskan bahwa inisiatif ini mencerminkan komitmen penuh perusahaan terhadap kedaulatan pangan. Secara keseluruhan, PTPN Group menargetkan total pengembangan lahan bawang putih mencapai 24.000 hektare sepanjang kurun 2026 hingga 2029.
Kesenjangan Produksi dan Kebutuhan Nasional
Dorongan percepatan budi daya ini berangkat dari tingginya ketergantungan pasokan impor. Data Kementerian Pertanian mencatat produksi bawang putih domestik berada di kisaran 39.000 hingga 40.000 ton per tahun. Jumlah tersebut masih jauh di bawah kebutuhan konsumsi nasional yang menembus sekitar 600.000 ton per tahun.
Menjawab defisit pasokan tersebut, PTPN Group telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan 14 mitra strategis di Bandung. Kesepakatan ini mengunci komitmen pengembangan seluas 6.500 hektare untuk fase perdana.
Rial Iran Anjlok ke Rekor Terendah, Tembus IRR 2 Juta per Dolar AS

Pada tahap awal, fokus kegiatan budi daya diarahkan pada percepatan penyediaan benih berkualitas tinggi sebagai fondasi peningkatan produksi. Setelah rantai pasok benih memadai, hasil panen pada fase berikutnya baru akan dialokasikan penuh untuk memenuhi permintaan konsumsi pasar domestik.
Kolaborasi Riset dan Kesiapan Lahan
Agar pengelolaan lahan berjalan optimal, PTPN Group menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) dan PT Riset Perkebunan Nusantara untuk merancang budi daya ramah lingkungan. Kerja sama ini menitikberatkan pada penguatan teknologi pertanian serta pengujian varietas tanaman yang mampu beradaptasi dengan karakteristik spesifik tanah di Jawa Barat.
Regional Head PTPN I Regional 2, Desmanto, menyampaikan bahwa lokasi perkebunan di Jawa Barat nantinya tersebar di sejumlah kabupaten. Pengelolaan terpadu ini ditargetkan mampu mendongkrak produktivitas secara bertahap, mulai dari 10,8 ton kering per hektare pada tahun pertama hingga mencapai 12,1 ton kering per hektare pada tahun keempat pelaksanaan program.
DSI Pantau Transaksi Ekspor Tiga Komoditas Strategis Rp1.239 T, Alur dan Titik Verifikasinya

Progres Lapangan dan Tahapan Selanjutnya
Pelaksanaan teknis di lapangan terus menunjukkan perkembangan positif. Direktur Pemasaran dan Manajemen Aset PTPN I, Arif Budiman, memaparkan bahwa proses identifikasi serta pemeriksaan langsung ke lapangan (ground checking) telah tuntas 100 persen per pertengahan Agustus 2026.
Saat ini, tim operasional memfokuskan pengerjaan pada percepatan pembukaan lahan, pemenuhan perizinan, dan penyiapan bibit agar jadwal penanaman dapat terealisasi sesuai target.






