Nilai tukar mata uang Iran, rial, merosot tajam hingga menyentuh rekor terendah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Tekanan hebat ini terjadi seiring eskalasi langkah ekonomi Washington terhadap Teheran setelah perang berlangsung hampir enam bulan.
Berikut rangkuman pertanyaan dan fakta penting mengenai anjloknya nilai tukar rial serta dampaknya terhadap kondisi ekonomi Iran.
Berapa level terendah yang dicapai rial Iran?
Berdasarkan data situs pemantau pasar tidak resmi Bonbast pada Senin (24/8), rial diperdagangkan di kisaran IRR 1,992 juta per dolar AS. Mata uang tersebut tercatat melemah 4,5 persen setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana operasi ekonomi terhadap Teheran.
Situs pemantau kurs lainnya, TGJU, mencatat rial bahkan sempat menembus angka 2 juta per dolar AS pada Minggu (23/8), sebelum akhirnya ditutup sedikit di bawah level psikologis tersebut.
Kabut Asap Memburuk, Pemprov Jambi Liburkan Sekolah PAUD dan TK

Mengapa tekanan ekonomi AS memicu kejatuhan rial?
Pelemahan kurs terjadi menyusul langkah Washington yang berupaya mengisolasi perekonomian Teheran secara menyeluruh. Pemerintah AS mengancam mitra-mitra dagang Iran yang tersisa, memblokade pelabuhan-pelabuhan utama di Teluk Persia, dan menekan jalur ekspor minyak yang menjadi tulang punggung penerimaan devisa negara.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan tujuan Washington adalah memutus seluruh jalur ekonomi yang menopang pemerintah Iran. Bessent juga memperingatkan dimulainya fase yang ia sebut sebagai "D-Day ekonomi" pada Senin pagi.
Bagaimana situasi perdagangan dan perbankan Iran saat ini?
Tekanan internasional langsung memukul sektor riil dan transaksi keuangan luar negeri Iran:
DSI Pantau Transaksi Ekspor Tiga Komoditas Strategis Rp1.239 T, Alur dan Titik Verifikasinya

- Ekspor Minyak Mentah: Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnaser Hemmati mengungkapkan bahwa ekspor minyak mentah negaranya saat ini praktis telah terhenti.
- Transaksi Luar Negeri: Uni Emirat Arab (UEA), salah satu mitra dagang utama Teheran, telah menangguhkan seluruh transaksi keuangan dengan Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut.
- Pasokan Valuta Asing: Surat kabar ekonomi Iran, Donya-e Eqtesad, melaporkan bahwa kejatuhan nilai tukar dipicu oleh gangguan signifikan pada transfer valuta asing dan penurunan tajam volume ekspor.
Bagaimana respons Iran dan mitra internasionalnya?
Menghadapi sanksi dan blokade tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan melalui surat kabar pemerintah Ettela'at bahwa Teheran akan memperkuat ketergantungan pada forum kerja sama internasional, khususnya Shanghai Cooperation Organisation (SCO) dan BRICS, guna meredam dampak tekanan AS.
Sementara itu, China sebagai pembeli utama minyak Iran menegaskan bahwa tekanan ekonomi dari AS tidak akan membuahkan hasil. Beijing menyerukan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.






