Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di empat provinsi di Pulau Sumatra kini berada dalam kondisi relatif terkendali. Laporan dari lapangan menunjukkan tren penanganan yang membaik, bahkan beberapa wilayah terdampak dilaporkan sudah tidak lagi memiliki titik api aktif.
Kendati demikian, penanganan karhutla di Sumatra masih menghadapi dinamika di tingkat tapak. Pemerintah terus memantau pergerakan situasi untuk memastikan seluruh potensi api dapat dipadamkan secara menyeluruh.
Faktor Gambut dan Area Tambang Menjadi Tantangan Pemadaman
Meskipun sebaran titik api aktif berkurang drastis, Prasetyo mengungkapkan bahwa persoalan kepulan asap masih terdeteksi di sejumlah lokasi. Kondisi ini dipicu oleh karakteristik khas lahan gambut yang memiliki potensi pembakaran di bawah permukaan tanah.
Selain lahan gambut, asap juga terpantau masih mengepul di kawasan tambang batu bara yang sempat terbakar. Karakteristik material tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan khusus agar bara api di lapisan bawah benar-benar padam dan tidak kembali memicu kobaran baru.
Kapal Tenggelam Buat Warga Ngamuk, Batu Melayang-Benda Dibakar di Tunisia

Peninjauan Lapangan dan Penambahan Peralatan
Untuk mengawal langsung penanggulangan karhutla, Presiden Prabowo Subianto telah melakukan kunjungan kerja ke Pekanbaru, Riau, dan Palembang, Sumatra Selatan. Kehadiran kepala negara di kedua wilayah tersebut bertujuan memastikan koordinasi serta langkah mitigasi antarinstansi berjalan optimal.
Selain menggelar pertemuan langsung di Riau dan Sumatra Selatan, Presiden Prabowo turut memimpin rapat koordinasi secara virtual bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jambi dan Forkopimda Lampung.
Dalam arahannya kepada jajaran pemerintah daerah, Presiden menginstruksikan agar seluruh sisa titik api yang masih ada segera diselesaikan secara tuntas. Penanganan diminta dilakukan secara cepat tanpa membedakan luasan area yang terdampak, termasuk pada lahan berukuran kecil.
Pramono Siapkan Rp2,7 T Bangun LRT Jakarta Manggarai Tembus Dukuh Atas

Sebagai langkah intervensi konkret, pemerintah pusat juga mengirimkan pasokan peralatan tambahan guna mendukung operasi di lapangan, termasuk untuk membantu pemadaman di area terdampak dengan luas sekitar 199 hektare.
Antisipasi Puncak Kemarau dan Dampak El Nino
Dalam koordinasi bersama pimpinan daerah di Sumatra, Presiden Prabowo turut mengapresiasi kesiapsiagaan jajaran pemda yang telah menginisiasi langkah-langkah pencegahan sejak dini.
Upaya mitigasi awal dinilai sangat krusial mengingat ancaman kemarau kering pada tahun ini diprediksi cukup kuat akibat pengaruh fenomena iklim El Nino. Kewaspadaan berkelanjutan dari seluruh elemen satgas karhutla di empat provinsi Sumatra diharapkan dapat mencegah kebakaran meluas kembali seiring berlangsungnya musim kemarau.






