Kericuhan pecah di kawasan Ben Guerdane, Tunisia tenggara, menyusul insiden maut tenggelamnya kapal migran yang membawa warga setempat menuju Italia. Tragedi tersebut memicu kemarahan mendalam hingga berujung pada aksi unjuk rasa anarkis di jalanan.
Peristiwa kapal tenggelam buat warga ngamuk, batu melayang-benda dibakar di berbagai sudut jalan saat sekelompok anak muda menggelar aksi protes pada Senin (24/8/2026). Situasi yang memanas berubah menjadi bentrokan terbuka antara massa dan aparat keamanan setempat.
Bentrokan Pemuda dan Aparat Keamanan di Ben Guerdane
Aksi massa yang dipicu duka dan kekecewaan atas tragedi laut tersebut berlangsung dalam tensi tinggi. Para pengunjuk rasa melemparkan batu dan menyalakan kembang api ke arah petugas keamanan, serta membakar sejumlah benda di tengah jalan untuk memblokade akses.
Untuk meredam eskalasi dan membubarkan kerumunan massa yang kian agresif, aparat kepolisian mengambil tindakan tegas dengan menembakkan gas air mata. Wilayah Ben Guerdane dilaporkan sempat mencekam akibat aksi saling serang antara demonstran dan petugas keamanan di kawasan tersebut.
Pramono Siapkan Rp2,7 T Bangun LRT Jakarta Manggarai Tembus Dukuh Atas

Kronologi Pelayaran Maut Menuju Italia
Gelombang kemarahan publik bermula dari pelayaran sebuah kapal migran yang bertolak pada Kamis dini hari menuju daratan Italia. Kapal tersebut mengangkut 15 orang penumpang, yang sebagian besar merupakan pemuda asal wilayah Ben Guerdane. Namun, perahu tersebut mengalami kecelakaan fatal dan tenggelam di perairan lepas pantai Tunisia.
Berdasarkan keterangan dari Garda Nasional Tunisia, tim penjaga pantai telah mengevakuasi 11 jenazah dari lokasi kejadian. Sementara itu, tiga orang penumpang lainnya dinyatakan masih belum ditemukan.
Hingga saat ini, hanya satu orang yang berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup. Menurut keterangan ketua kelompok pegiat hak-hak migran pada Sabtu, pria yang selamat tersebut sempat terombang-ambing di tengah laut lepas selama sekitar 48 jam sebelum akhirnya diselamatkan oleh sebuah kapal komersial yang melintas di jalur tersebut.
Pemerintah Kabupaten Bogor Siapkan Pembangunan Embarkasi Haji dan Umrah di Masjid Raya Nurul Wathon

Operasi Pencarian Tiga Korban Hilang
Menindaklanjuti tiga korban yang belum ditemukan, otoritas terkait masih terus menggelar operasi pencarian di sekitar perairan lepas pantai Tunisia.
Upaya pencarian terkoordinasi tersebut melibatkan personel dari tim penjaga pantai, unsur militer, serta satuan perlindungan sipil. Operasi gabungan ini juga mengerahkan dukungan udara berupa dua unit helikopter guna memperluas jangkauan penyisiran korban yang masih hilang di laut.






