Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis laporan prakiraan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia yang berlaku pada Selasa, 25 Agustus 2026. Laporan tersebut mencatat keragaman kondisi atmosfer di berbagai daerah, mulai dari potensi hujan berintensitas ringan, kondisi berawan tebal, hingga kemunculan fenomena udara kabur dan kabut asap.
Selain dinamika cuaca harian di masing-masing kota, kondisi cuaca di Indonesia juga dipengaruhi oleh faktor regional berskala lebih luas, seperti fenomena El Ni帽o yang terpantau sangat kuat serta kemunculan bibit siklon tropis di kawasan perairan sekitar.
Sebaran Cuaca di Pulau Sumatra dan Jawa
Untuk kawasan Pulau Sumatra, sejumlah kota besar diprakirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan, yaitu Medan, Pekanbaru, Padang, dan Bengkulu. Sementara itu, Banda Aceh diprakirakan berada dalam kondisi berawan. Di Kepulauan Riau dan Bangka Belitung, Tanjung Pinang serta Pangkal Pinang diprediksi mengalami kondisi langit berawan tebal. Di bagian selatan Sumatra, tiga kota yakni Jambi, Palembang, dan Bandar Lampung diprakirakan mengalami fenomena udara kabur.
Beralih ke Pulau Jawa, potensi hujan ringan terpantau berpeluang terjadi di wilayah Bandung. Kota Serang dan Semarang diprakirakan berawan, sedangkan Yogyakarta diprediksi mengalami kondisi berawan tebal. Adapun wilayah DKI Jakarta dan Surabaya diprakirakan berada dalam kondisi cerah berawan.
Mengenai kondisi cuaca di ibu kota, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya menyatakan bahwa hujan yang sempat mengguyur sejumlah wilayah Jakarta pada Rabu sore (19/8) merupakan hasil dari operasi modifikasi cuaca yang telah dilaksanakan.
Penguatan Ekosistem Pembiayaan Digital Dorong Sinergi Pindar dan Perbankan

Kondisi Cuaca di Bali, Nusa Tenggara, dan Kalimantan
Di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, kondisi cuaca menunjukkan variasi di setiap daerah. Denpasar diprakirakan berawan, sedangkan wilayah Mataram berpotensi mengalami kondisi udara kabur. Untuk wilayah Kupang, BMKG memprakirakan cuaca berada dalam kondisi cerah berawan.
Di Pulau Kalimantan, Tanjung Selor diprakirakan berpotensi mengalami hujan ringan. Pontianak diprediksi mengalami cuaca berawan tebal, sedangkan Samarinda berawan. Sementara itu, Palangkaraya dan Banjarmasin diprakirakan berpotensi diselimuti udara kabur.
Terkait penanganan dampak lingkungan di Kalimantan, pemerintah menambah kekuatan armada TNI AU guna memperkuat pelaksanaan operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BMKG juga mengungkapkan bahwa pergerakan angin menjadi faktor yang menyebabkan asap karhutla terbawa hingga mencapai negara tetangga.
Prakiraan di Sulawesi, Maluku, dan Papua
Untuk wilayah Pulau Sulawesi, hujan ringan berpotensi mengguyur wilayah Palu dan Mamuju. Sebagian besar ibu kota provinsi lainnya di Sulawesi, seperti Makassar, Kendari, dan Gorontalo, diprakirakan berawan. Manado diprediksi mengalami kondisi cerah berawan, sementara Ternate diprakirakan berawan tebal.
Netanyahu Sebut Iran Coba Bunuh Putranya di Tengah Memanasnya Konflik

Di wilayah Maluku dan Papua, Sorong dan Merauke diprakirakan mengalami kondisi berawan tebal. Cuaca berawan juga diprediksi terjadi di Ambon dan Jayawijaya. Sementara itu, wilayah Manokwari dan Nabire diprakirakan mengalami kondisi asap atau kabut, sedangkan Jayapura berpotensi mengalami cuaca cerah berawan.
Jalur Perairan dan Dinamika Atmosfer Regional
Untuk sektor kelautan, BMKG Batam mengonfirmasi bahwa perairan di kawasan Batam secara umum diprakirakan berawan dan relatif aman untuk mendukung berbagai aktivitas pelayaran.
Secara menyeluruh, kondisi cuaca nasional juga berada di bawah pengaruh dinamika atmosfer regional terkini. BMKG memantau kemunculan Bibit Siklon Tropis 95W di kawasan barat Laut Filipina. Di samping itu, BMKG memprediksi bahwa fenomena El Ni帽o dengan intensitas sangat kuat masih akan mendominasi pola cuaca di wilayah Indonesia selama sepekan ke depan.






