Menteri Kebudayaan Fadli Zon membuka Pameran Nasirun bertajuk 'Bersimpuh di Kaki Para Guru' di Galeri Nasional Indonesia. Dalam momentum tersebut, ia mengenang almarhum pelukis Nasirun sebagai sosok seniman yang selalu ceria, pantang mengeluh, dan memiliki dedikasi tinggi bagi dunia seni rupa Indonesia.
Pameran ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan bagi sang pelukis yang telah berpulang. Agenda ini sekaligus mewujudkan impian Nasirun semasa hidup untuk memamerkan karya-karyanya berdampingan langsung dengan karya para maestro seni rupa yang dianggapnya sebagai guru.
Fadli Zon mengungkapkan dirinya telah mengenal Nasirun sejak belasan tahun silam. Menurutnya, pintu rumah almarhum di Yogyakarta selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin bersilaturahmi. Fadli kerap berkunjung ke kediaman Nasirun mulai pukul 23.00 hingga pukul 02.00 atau 03.00 dini hari untuk sekadar berdialog santai, bercengkerama, dan bertukar pikiran.
Fadli Zon Umumkan Galeri Nasional Segera Direvitalisasi, Akan Ada Koleksi Istana

Kecintaan dan rasa takzim Nasirun terhadap para pendahulunya juga tercermin dari langkahnya mendirikan museum khusus tepat di seberang kediamannya. Tempat tersebut digunakan untuk mengoleksi dan merawat karya-karya para maestro seni rupa yang menjadi panutannya.
Selain sarat dengan unsur tradisi, budaya, spiritualitas, serta potret realitas kehidupan sehari-hari, karya-karya Nasirun dinilai memberi pengaruh nyata bagi regenerasi seni rupa. Semasa hidup, Nasirun pernah menjadi pengajar dalam program 'Belajar Bersama Maestro' yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan. Lewat program tersebut, sebanyak 10 siswa yang lolos audisi tinggal dan menimba ilmu langsung bersamanya hingga menghasilkan karya-karya berkarakter kuat.
BNPB Maksimalkan OMC-Operasi Darat Padamkan Karhutla Riau hingga Kalimantan

Acara pembukaan pameran di Galeri Nasional ini turut dihadiri oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sastrawan KH. D. Zawawi Imron, keluarga mendiang Nasirun, jajaran kurator, serta pejabat Kementerian Kebudayaan. Menutup sambutannya, Fadli Zon mengingatkan amanat Pasal 32 UUD 1945 terkait kewajiban memajukan kebudayaan nasional sebagai tugas bersama.






