Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memaksimalkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan pengerahan satgas darat untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia, khususnya dari Riau hingga pulau Kalimantan. Berdasarkan catatan BNPB per 8 September 2026, indikasi total luas lahan terbakar di enam provinsi prioritas lahan gambut telah mencapai 76.922,3 hektare.
Enam provinsi prioritas penanganan karhutla tersebut mencakup Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Pengerahan Armada Udara dan Satgas Darat
Untuk mengendalikan kobaran api di wilayah prioritas, BNPB bekerja sama dengan TNI dan Kementerian Pertahanan mengerahkan 55 armada udara. Fasilitas udara tersebut terbagi menjadi 19 unit pesawat patroli udara pendukung OMC serta 34 armada helikopter pengebom air (water bombing). Kekuatan pemadaman udara kian diperkuat menyusul tibanya tiga unit helikopter Chinook CH-47 asal Jepang pada 10 September 2026.
Fadli Zon Umumkan Galeri Nasional Segera Direvitalisasi, Akan Ada Koleksi Istana

Pada sektor pemadaman darat, sebanyak 43.481 personel satgas gabungan yang terdiri atas unsur BNPB, BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, serta relawan disiagakan di lapangan. Pemadaman di kawasan gambut dioptimalkan melalui penggunaan alat suntik gambut khusus yang dirancang untuk mengalirkan pasokan air hingga kedalaman 1 sampai 2 meter di bawah permukaan tanah demi memadamkan bara api tersembunyi.
Sebaran dan Kondisi Karhutla di Daerah
Berdasarkan laporan Tim Pendamping Karhutla Riau per 10 September 2026, total luasan lahan yang terbakar di Provinsi Riau sejak awal tahun telah melampaui 19.000 hektare.
Di Kalimantan Tengah, data per 10 September 2026 menunjukkan akumulasi luas lahan terbakar mencapai 7.634,46 hektare. Pada periode yang sama, satgas memantau 90 titik api (fire spot) dengan estimasi luasan 212,3 hektare, di mana 141,1 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan melalui operasi darat.
Istri Jurnalis Ikut Mencari Suami yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Sementara itu, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan yang berpusat di kawasan Gunung Damar, Banjarbaru, telah berlangsung selama lebih dari 15 hari. Data per 9 September 2026 mencatat nihil titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi, namun ditemukan 27 titik api dengan estimasi luas 132,062 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 95,882 hektare telah padam dan 36,18 hektare sisanya masih dalam proses pemadaman intensif.
Di luar enam provinsi gambut prioritas, kebakaran lahan juga terjadi di Kalimantan Timur dengan estimasi area terbakar sekitar 400 hektare. Titik api di kawasan ini terpantau berada di sekitar Bukit Soeharto dekat kawasan IKN dan Kabupaten Berau, dengan kondisi api yang sempat padam namun berulang kali menyala kembali.






