PT Pertamina Patra Niaga memperkuat pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Sulawesi Selatan. Langkah ini diambil guna merespons lonjakan kebutuhan BBM di tengah masyarakat dan menjaga ketersediaan energi tetap berada pada batas aman.
Lonjakan antrean kendaraan di beberapa SPBU belakangan ini terjadi akibat peningkatan konsumsi yang cukup signifikan, khususnya untuk produk BBM bersubsidi. Kenaikan permintaan tersebut turut dipicu oleh pergeseran pola konsumsi serta kebiasaan masyarakat yang melakukan pembelian secara bersamaan dalam kurun waktu tertentu.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa peningkatan kebutuhan bahan bakar subsidi tercermin jelas pada konsumsi Solar Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT). Pada periode Juni hingga Agustus 2026, permintaan Solar JBT tercatat mengalami kenaikan berkisar antara 10 hingga 15 persen.
Ekspor CPO Tumbuh 5,49 Persen, Mentan Amran Dorong Sawit Indonesia Naik Kelas Lewat Hilirisasi

Menghadapi tren tersebut, Pertamina terus meningkatkan suplai BBM ke Terminal BBM untuk memperkokoh pasokan menuju wilayah Makassar dan sekitarnya. Penguatan rantai pasok ini dibarengi dengan percepatan pengiriman stok langsung ke SPBU di lapangan.
Penambahan Jam Operasional dan Fasilitas Layanan
Guna mengurai kepadatan antrean dan mempercepat distribusi, armada mobil tangki Pertamina Patra Niaga kini dioperasikan selama 24 jam penuh. Pola distribusi tanpa henti ini ditujukan untuk memangkas waktu tunggu pengisian ulang tangki pendam di setiap SPBU.
Selain pengaturan armada tangki, perusahaan melakukan rekonfigurasi kapasitas layanan konsumen melalui penambahan nozzle Pertalite di titik-titik SPBU yang padat. Sebanyak 25 SPBU di Kota Makassar juga telah dioperasikan penuh selama 24 jam untuk melayani kebutuhan masyarakat sewaktu-waktu.
OJK, Pembukaan Rekening Massal Strategis untuk Perkuat Inklusi Keuangan

Pertamina Patra Niaga memastikan pemantauan berkala tetap berjalan ketat terhadap posisi stok, kelancaran distribusi, hingga operasional harian seluruh SPBU. Penyesuaian skema penyaluran terus dilakukan secara dinamis agar titik-titik yang membutuhkan pasokan tambahan segera terlayani.
Manajemen turut mengimbau masyarakat agar senantiasa membeli BBM sesuai kebutuhan wajar harian dan menghindari pembelian berlebih, sehingga proses distribusi energi dapat berlangsung merata dan lancar bagi seluruh pengguna jalan.






