berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Nasional

Dugaan Suap Pelepasan Hutan Kuansing, KPK Telusuri Rangkaian Pertemuan Menhut dan Bupati

Marthen TandirerungDiterbitkan 6 Agu 2026 - 19.39 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dugaan Suap Pelepasan Hutan Kuansing, KPK Telusuri Rangkaian Pertemuan Menhut dan Bupati
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Penyidikan kasus dugaan suap terkait pelepasan kawasan hutan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, kini memasuki babak baru yang menyita perhatian publik. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami intensitas komunikasi serta pertemuan tatap muka antara Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dengan Bupati Kuansing Suhardiman Amby

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur
. Hubungan kerja antara pejabat pemerintah pusat dan kepala daerah ini menjadi sorotan tajam setelah penyidik mengendus adanya rangkaian pertemuan yang diduga terjadi beberapa kali sebelum memasuki pertengahan tahun 2026. Fokus penyelidikan saat ini diarahkan pada kronologi pertemuan yang diduga kuat menjadi jembatan terjadinya transaksi ilegal dalam pengurusan izin kehutanan di daerah tersebut.

Berdasarkan keterangan resmi dari Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, penyidik menduga bahwa pertemuan antara Raja Juli Antoni dan Suhardiman Amby tidak hanya berlangsung satu kali saja. Sebelum pertemuan yang telah diakui secara terbuka pada tanggal 2 Juni 2026, keduanya disinyalir telah bertemu beberapa kali, khususnya pada kurun waktu bulan April dan Mei 2026. Rangkaian pertemuan ini sedang diteliti secara saksama oleh tim penyidik KPK untuk memverifikasi apakah seluruh rangkaian interaksi tersebut saling berkaitan dengan dugaan pemberian sejumlah uang kepada Menteri Kehutanan. Penyelidik berupaya menyusun kembali potongan informasi guna melihat gambaran utuh dari pola komunikasi kedua pejabat tersebut.

Dalam penelusuran lebih lanjut mengenai kronologi peristiwa, penyidik KPK memetakan agenda serta materi pembicaraan pada setiap pertemuan yang terdeteksi. Untuk pertemuan yang diduga berlangsung pada bulan April 2026, KPK mendalami apakah ada pembahasan spesifik mengenai mekanisme pelepasan kawasan hutan di Kabupaten Kuansing yang ditujukan untuk program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Hingga saat ini, lembaga antirasuah tersebut menyatakan belum menemukan bukti konkret mengenai adanya aliran atau pemberian uang pada pertemuan di bulan April tersebut. Namun, kecurigaan penyidik menguat pada aktivitas di bulan berikutnya. Pada periode Mei 2026, penyidik menduga telah terjadi praktik suap yang mengalir dari pihak Pemerintah Kabupaten Kuansing kepada sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Kehutanan.

Baca Juga

Kerugian Rakyat Indonesia Akibat Praktik Mafia Beras Mencapai Rp 100 Triliun

Kerugian Rakyat Indonesia Akibat Praktik Mafia Beras Mencapai Rp 100 Triliun

Puncak dari rangkaian interaksi ini diduga terjadi pada pertemuan tanggal 2 Juni 2026. Berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya yang masih terus didalami buktinya, pertemuan pada awal Juni ini telah diakui secara terbuka oleh Raja Juli Antoni sendiri. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Suhardiman Amby diduga menyerahkan uang senilai 14.000 dolar Singapura kepada Raja Juli. Temuan menarik yang kini sedang didalami secara intensif oleh KPK adalah terkait proses pengembalian uang tersebut. Penyidik menemukan indikasi kuat bahwa uang yang dikembalikan oleh Raja Juli kepada Suhardiman diduga belum utuh sepenuhnya. Saat ini, KPK masih terus menelusuri selisih antara nilai uang yang diduga diterima dengan jumlah nominal yang telah dikembalikan ke pihak pemberi.

Guna memperkuat konstruksi hukum dan mengumpulkan alat bukti yang solid, KPK juga telah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi penting di tingkat daerah. Di antara saksi yang telah dimintai keterangan secara langsung adalah asisten bupati Kuansing serta Ketua DPRD Kuansing, yang dalam kapasitas lain juga menjabat sebagai Ketua Koperasi Unit Desa (KUD). Pemeriksaan terhadap para saksi dari unsur birokrasi dan legislatif daerah ini dilakukan karena mereka diduga kuat memiliki informasi penting serta mengetahui secara detail mengenai proses pengumpulan uang di daerah, mekanisme penyerahan atau pemberian uang kepada pihak Kementerian Kehutanan, hingga kronologi pengembalian uang yang dinilai tidak utuh tersebut.

Baca Juga

Langkah Tepat Menghadapi Dampak Puncak Musim Kemarau dan Krisis Air Bersih

Langkah Tepat Menghadapi Dampak Puncak Musim Kemarau dan Krisis Air Bersih

Kendati penyelidikan terus berjalan secara intensif, KPK tetap menghadapi sejumlah keterbatasan material dalam membuktikan keterkaitan langsung dari setiap rangkaian pertemuan dengan transaksi keuangan yang terjadi. Kepastian mengenai apakah pertemuan di bulan April murni membahas program TORA atau sudah mulai membicarakan komitmen tertentu yang mengarah pada suap masih menjadi materi pendalaman yang belum final. Masyarakat Kuansing dan publik secara umum perlu memahami bahwa status hukum dari beberapa pihak terkait serta rincian selisih uang pengembalian masih berada dalam tahap verifikasi faktual oleh penyidik. Penuntasan kasus pelepasan kawasan hutan ini menjadi sangat krusial karena berdampak langsung pada tata kelola lahan dan kepastian hukum program reforma agraria di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KPKRaja Juli AntoniSuhardiman AmbyKuansingKementerian Kehutanan

Berita Terbaru Lainnya

Kerugian Rakyat Indonesia Akibat Praktik Mafia Beras Mencapai Rp 100 TriliunMenilik Pilihan Smart TV Terjangkau di Bawah Rp3 Juta untuk Hiburan KeluargaLangkah Tepat Menghadapi Dampak Puncak Musim Kemarau dan Krisis Air BersihTemuan Senjata Api, Narkoba, dan CD Porno di Yayasan Sekolah Pondok PinangUsulan Program Makan Bergizi Gratis untuk Nobel Perdamaian 2026 Diduga Bukan dari PemerintahDaniel Mananta Apresiasi Program Bangun Rumah Tukangku Semen Tiga RodaKlarifikasi RS Pusri Palembang Terkait Komentar Dokter Tamara Dewi Jasmine di Media SosialInstruksi Gubernur Pramono Anung Usai Viral Oknum Nakes Mencibir Pasien BPJS Kesehatan

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

Nasional

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di KonserNasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap