Rencana aksi damai yang melibatkan sekitar sepuluh ribu anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di dua lokasi di Kota Surabaya pada hari Jumat (31/7) menjadi perhatian publik. Langkah ini dipicu oleh peristiwa kekerasan yang menimpa dua orang pesilat yang bekerja sebagai petugas valet parkir di sebuah tempat hiburan malam di kawasan Tegalsari. Kejadian tersebut diduga melibatkan oknum penagih utang atau debt collector, sehingga memicu ketegangan di antara kedua belah pihak. Untuk memahami lebih lanjut mengenai rentetan peristiwa ini, berikut adalah rangkuman tanya jawab mengenai duduk perkara kasus tersebut.
Mengapa ribuan pesilat merencanakan aksi damai di Surabaya?








