Ekspansi bisnis di sektor ritel serta makanan dan minuman (F&B) di Indonesia menuntut efisiensi pada bagian operasional atau back office. Pengelolaan administrasi secara manual berpotensi menjadi hambatan ketika perusahaan tumbuh besar. Sebagai contoh, Kenangan Brands memiliki lebih dari 1.300 gerai dan mempekerjakan hampir 10.000 karyawan di seluruh Indonesia. Perusahaan tersebut memperkirakan harus mengelola sekitar 20.000 dokumen ketenagakerjaan setiap tahunnya. Oleh karena itu, digitalisasi back office menjadi langkah penting untuk mendukung kelancaran ekspansi bisnis.
Langkah pertama adalah mengadopsi sistem layanan digital terpercaya. Untuk mendukung proses administrasi dalam skala besar, perusahaan dapat mengadopsi layanan digital trust, seperti yang dilakukan Kenangan Brands dengan menggunakan layanan dari Privy. Layanan ini membantu mengamankan dan mempercepat alur kerja dokumen. Andre Christian, yang menjabat sebagai Group HRIS & People Analytics di Kenangan Brands, serta Ratu Rima Novia Rahma selaku VP Marketing & Communication di Privy, menekankan pentingnya digitalisasi dalam mendukung pengelolaan operasional dan administrasi perusahaan secara efisien.








