Beredar sebuah rekaman video viral di media sosial yang memperlihatkan dugaan tindakan pemerasan oleh oknum petugas Dinas Perhubungan atau Dishub Kota Bekasi terhadap seorang sopir truk. Kejadian ini langsung menyita perhatian publik luas, khususnya bagi warga lokal dan para pengemudi angkutan barang yang sering beraktivitas di wilayah jalan raya. Mengetahui perkembangan kasus dugaan pungutan tidak resmi ini menjadi sangat penting sebagai bagian dari pengawasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik di daerah tersebut. Insiden yang terekam kamera ini memicu berbagai reaksi keras dari masyarakat yang menuntut keadilan bagi para pekerja transportasi di jalanan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa dugaan pemerasan tersebut diketahui terjadi di sekitar kawasan Pos Poncol, Margahayu, Bekasi Timur. Dalam rekaman video amatir yang beredar luas itu, terlihat dengan jelas seorang pria yang diduga sebagai pihak korban menuntut pengembalian uang miliknya sebesar Rp 1,7 juta kepada beberapa petugas Dishub Kota Bekasi yang sedang berada di lokasi kejadian. Uang dalam jumlah yang cukup besar bagi seorang sopir truk tersebut diduga kuat telah dipungut secara tidak resmi oleh oknum petugas bersangkutan tanpa adanya landasan aturan yang sah.
Sambil terus merekam aksi para petugas di lokasi, pria dalam video tersebut tidak henti-hentinya mendesak agar uang yang telah diserahkan sebelumnya dapat segera dikembalikan utuh. Di sisi lain, para anggota Dishub Kota Bekasi yang berada di dalam pos tersebut tampak enggan memberikan penjelasan yang pasti kepada pria yang merekam. Oknum petugas itu bahkan cenderung berusaha menghindari sorotan kamera telepon seluler yang diarahkan kepada mereka. Situasi ini membuat banyak pihak mendesak agar Pemerintah Kota Bekasi serta pihak kepolisian setempat segera turun tangan untuk memproses dan memberikan sanksi yang sangat tegas kepada para pelaku pungutan liar tersebut.
Kejagung Ungkap Progres Penyitaan Aset Kasus Febrie Adriansyah

Praktik dugaan pemerasan yang melibatkan oknum anggota Dishub Kota Bekasi ini akhirnya mendapat sorotan tajam dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Tokoh pimpinan daerah tersebut mengaku sangat kecewa dengan ulah oknum anggota Dishub yang terekam jelas dalam video viral itu. Kekecewaan mendalam ini disampaikan secara langsung oleh Dedi Mulyadi melalui sebuah unggahan video singkat di akun Instagram miliknya yang diunggah pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026. Ia merasa tindakan semacam ini sangat mencoreng nama baik instansi pemerintahan di mata masyarakat luas.
Dalam unggahan video di media sosialnya tersebut, Dedi Mulyadi secara terbuka dan tegas menyatakan sikapnya terhadap kasus pemerasan ini. Dedi mengatakan, "Saya sangat kecewa dengan perilaku oknum aparat Dishub Kota Bekasi yang melakukan tindakan pungli, pemerasan terhadap para sopir." Pernyataan keras ini menegaskan bahwa pemerintah tingkat provinsi tidak akan pernah menoleransi adanya tindakan pungutan liar dalam bentuk apa pun yang sangat merugikan masyarakat, terutama para pekerja keras seperti sopir truk pengangkut barang.
Sebagai langkah nyata dan tindak lanjut yang cepat untuk menyikapi pelanggaran berat tersebut, Dedi Mulyadi langsung melakukan koordinasi intensif dengan Wali Kota Bekasi. Koordinasi ini dilakukan secara khusus guna membicarakan perilaku buruk yang telah ditunjukkan oleh oknum pegawai di bawah naungan langsung Pemerintah Kota Bekasi tersebut. Langkah cepat ini diambil demi memastikan bahwa integritas pelayanan publik di seluruh wilayah Kota Bekasi dapat terus terjaga serta terbebas dari praktik-praktik kotor oknum yang tidak bertanggung jawab.
KPK Sebut Fahd Arafiq Residivis Korupsi, Pastikan Perberat Hukuman

Dalam pembicaraan dan koordinasi bersama Wali Kota Bekasi, Dedi Mulyadi menyampaikan permintaan agar ada tindakan tegas yang dijatuhkan kepada para oknum yang terlibat. Ia menegaskan permintaannya dengan menyatakan, "Saya sudah menyampaikan ke Pak Wali Kota Bekasi untuk dilakukan tindakan tegas dengan diberhentikan (dipecat) dari pekerjaannya secara tidak hormat." Desakan pemecatan secara tidak hormat ini diharapkan mampu memberikan efek jera yang maksimal bagi oknum tersebut maupun petugas lainnya di masa mendatang.
Lebih jauh lagi, Dedi Mulyadi sangat berharap agar kejadian memalukan serupa tidak akan pernah terulang kembali. Ia menitipkan pesan penting kepada seluruh petugas yang mengenakan seragam instansi tempat mereka bekerja agar senantiasa dan benar-benar memberikan pelayanan yang terbaik untuk kepentingan masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa tugas utama aparatur negara adalah melayani, bukan justru mempersulit dan memeras masyarakat kecil yang sedang mencari nafkah. Bagi warga sekitar Pos Poncol, Margahayu, Bekasi Timur, langkah tegas ini diharapkan dapat mengembalikan rasa aman dan ketertiban di jalan raya.






