Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyiapkan skema suntikan modal (equity injection) guna menuntaskan masalah keterlambatan serah terima unit hunian yang dialami konsumen PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP). Kebutuhan dana untuk menyelesaikan polemik pada proyek properti berkonsep Transit Oriented Development (TOD) LRT City tersebut mencapai Rp 456 miliar.
Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria menyampaikan bahwa keterlambatan serah terima unit pada proyek LRT City telah merugikan sekitar 2.000 pemilik unit. Danantara menargetkan penyelesaian persoalan pemenuhan hak konsumen ini rampung pada September 2026.
Solusi Likuiditas dan Opsi bagi Konsumen
Manajemen ADCP telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para pembeli atas keterlambatan penyerahan unit hunian. Perusahaan mengakui bahwa tantangan likuiditas saat ini menjadi faktor utama yang memengaruhi kelancaran penyelesaian proyek di lapangan.
BCA Expo 2026 Hadir Lagi di 7 Kota Besar, Ada Bunga Spesial KPR & KKB!

Guna menjembatani hak konsumen sebelum proyek rampung sepenuhnya, ADCP menawarkan opsi alternatif berupa relokasi unit maupun skema pinjam pakai sementara pada unit berstatus ready stock. Di samping itu, ADCP juga menjajaki kemitraan dengan investor dan kontraktor strategis demi mendorong percepatan konstruksi fisik secara bertahap.
Status Portofolio Proyek ADCP
Saat ini, ADCP tercatat memiliki 13 proyek on hand. Sebanyak enam proyek telah selesai dibangun dan beroperasi, yang terdiri dari empat apartemen, satu proyek hunian tapak (landed), serta satu menara kantor. Adapun tujuh proyek sisanya masih berada dalam proses konstruksi.
Pertalite Tidak Naik hingga Akhir Tahun, Pertamax Bagaimana?

Dari total portofolio tersebut, terdapat 9.839 unit hunian yang dikembangkan ADCP. Sebanyak 5.392 unit telah terjual, namun baru 2.575 unit yang terealisasi diserahterimakan kepada konsumen. Untuk menopang kestabilan bisnis ke depan, ADCP juga menjalankan diversifikasi melalui pengembangan dan pengelolaan aset komersial penghasil pendapatan berulang (recurring income).






