Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Sulawesi Selatan direspons oleh PT Pertamina Patra Niaga dengan menambah pasokan dan mempercepat penyaluran bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini difokuskan untuk mengurai kepadatan sekaligus memenuhi lonjakan konsumsi masyarakat, khususnya pada produk BBM bersubsidi.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menjelaskan bahwa peningkatan antrean terjadi seiring naiknya permintaan secara signifikan. Kondisi tersebut diperkuat oleh perubahan pola konsumsi dan kebiasaan pembelian masyarakat yang terjadi secara bersamaan di beberapa titik.
Tren kenaikan kebutuhan bahan bakar subsidi tercatat cukup tinggi dalam beberapa bulan terakhir. Permintaan untuk jenis Solar JBT (Jenis BBM Tertentu) mengalami peningkatan sekitar 10 hingga 15 persen sepanjang periode Juni hingga Agustus 2026.
Sosok Tuan Tanah Matraman, Kuasai Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun

Langkah Operasional dan Distribusi 24 Jam
Guna memastikan ketersediaan energi tetap berada pada level yang aman, Pertamina terus memasok BBM ke Terminal BBM untuk memperkuat cadangan suplai ke wilayah Makassar dan sekitarnya.
Selain mempertebal pasokan, sejumlah langkah operasional turut diterapkan di lapangan guna mempercepat pergerakan distribusi:
Jangan Lupa Serbu Transmart Full Day Sale! Gebyar Diskon 50% + 20%

- Mengoptimalkan operasional mobil tangki pengangkut BBM selama 24 jam penuh demi mempercepat pengiriman dan pengisian ulang tangki pendam SPBU.
- Melakukan rekonfigurasi kapasitas layanan melalui penambahan nozzle Pertalite di beberapa SPBU dengan tingkat kunjungan tinggi.
- Mengoperasikan sebanyak 25 SPBU selama 24 jam di Makassar guna menjaga kelancaran alur pengisian dan memangkas waktu tunggu pengendara.
Pantauan intensif terhadap posisi stok, penyaluran, serta operasional harian di SPBU terus dilakukan secara berkala agar penyesuaian distribusi dapat langsung menyasar lokasi yang membutuhkan pasokan tambahan.
Pertamina Patra Niaga juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan wajar serta menghindari pembelian berlebih agar distribusi BBM bersubsidi dapat tersalurkan secara lancar dan merata.






