Arab Saudi menutup total jalur pipa minyak utama East-West Pipeline setelah serangan udara masif menghantam infrastruktur energi vital tersebut hingga memicu kepulan asap hitam pekat di selatan Madinah. Kementerian Luar Negeri Saudi mengonfirmasi adanya kerusakan fasilitas serta korban luka akibat insiden tersebut.
Riyadh dan Baghdad mengidentifikasi bahwa serangan drone tersebut diluncurkan dari wilayah Irak, area operasi milisi pro-Iran. Menyikapi temuan ini, pemerintah Irak langsung mengambil tindakan tegas dengan memecat seorang komandan militer dan kepala kepolisian di Provinsi Maysan yang berbatasan dengan Iran, sekaligus menutup pos lintas batas utama di wilayah tersebut.
Lumpuhnya pipa sepanjang 1.200 kilometer yang melintasi Semenanjung Arab itu memperburuk krisis pasokan energi dunia. Jalur ini sebelumnya menjadi tumpuan pengiriman 4 juta hingga 5 juta barel minyak per hari atau sekitar 5 persen pasokan global, terutama di tengah penutupan Selat Hormuz akibat eskalasi perang.
Momen Prabowo Disambut PM India Modi saat Tiba di KTT ke-18 BRICS

Badan Energi Internasional (IEA) mencatat pasokan minyak mentah Arab Saudi kini anjlok ke level terendah dalam lebih dari tiga dekade. Dampak lonjakan harga langsung merembet ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat yang mencatat harga eceran solar menembus rekor di atas US$ 6 per galon.
Kondisi keamanan di kawasan kian genting seiring keberhasilan kelompok Houthi merebut pulau strategis Perim di Selat Bab el-Mandeb. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding Iran mendalangi rangkaian serangan tersebut.
Presiden Iran Beri Ultimatum Baru, Siap Lawan AS-Israel

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dilaporkan telah menghubungi Trump secara darurat guna meminta intervensi militer langsung. Namun, Washington menegaskan belum akan turun tangan secara militer dan hanya memberikan dukungan berupa pertukaran intelijen. Di sisi lain, prospek diplomasi kian meredup setelah delegasi Iran bersikap dingin terhadap rencana pertemuan dengan negara-negara Teluk di Oman, disertai penegasan dari pejabat tinggi parlemen Iran bahwa dialog tidak akan terwujud tanpa pemenuhan seluruh syarat dari Teheran.






