berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Ekonomi

Cara Menganalisis Kinerja Keuangan Telkom Semester I 2026

Marthen TandirerungDiterbitkan 1 Agu 2026 - 16.25 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Menganalisis Kinerja Keuangan Telkom Semester I 2026
Foto/Ilustrasi: Tempo
A-A+

Menganalisis kinerja keuangan perusahaan telekomunikasi berskala besar seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memerlukan pendekatan yang terstruktur. Sebagai entitas yang kini menjadi bagian dari Danantara Indonesia, Telkom mencatatkan sejumlah dinamika operasional pada Semester I 2026. Bagi para investor, analis pasar modal, maupun masyarakat umum yang ingin memahami kondisi fundamental perusahaan, laporan keuangan ini menawarkan berbagai indikator penting. Artikel ini akan memandu Anda mengenai cara mengevaluasi pencapaian kinerja keuangan Telkom secara menyeluruh, mulai dari tingkat profitabilitas hingga realisasi investasi. Memahami langkah-langkah ini akan membantu Anda mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai arah pertumbuhan perusahaan di masa depan.

Langkah pertama dalam menganalisis kinerja keuangan adalah mengevaluasi pertumbuhan pendapatan konsolidasi dan indikator profitabilitas utama. Anda dapat memulai dengan melihat bahwa perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun pada Semester I 2026, yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 3,9 persen secara year on year (YoY). Selanjutnya, periksa metrik EBITDA yang mencapai Rp37,5 triliun, merepresentasikan peningkatan 3,8 persen YoY dengan margin EBITDA sebesar 49,4 persen. Pada bagian laba, perhatikan bahwa laba bersih tumbuh 1,4 persen YoY menjadi Rp10,6 triliun dengan margin laba bersih 14,0 persen. Untuk analisis yang lebih mendalam, Anda juga harus mempertimbangkan laba bersih yang dinormalisasi, yang tercatat mencapai Rp11,3 triliun atau tumbuh 6,2 persen YoY. Selain itu, arus kas operasional perseroan mencatatkan angka Rp34,9 triliun, tumbuh 7,0 persen YoY. Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, memberikan pernyataan terkait pencapaian perusahaan dalam periode pelaporan tersebut.

Baca Juga

Rupiah Melemah ke Posisi Rp17.694 per Dolar AS pada Perdagangan Selasa

Rupiah Melemah ke Posisi Rp17.694 per Dolar AS pada Perdagangan Selasa

Langkah kedua adalah membedah kontribusi dari segmen Business-to-Consumer (B2C), yang mencakup layanan seluler dan jaringan tetap. Saat mengevaluasi segmen ini, fokuslah pada kinerja Telkomsel yang membukukan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun, mewakili pertumbuhan 3,3 persen YoY. Anda perlu mencatat bahwa pertumbuhan ini sangat didorong oleh peningkatan pendapatan Digital Business Data sebesar 11,0 persen pada Semester I 2026. Indikator kinerja operasional juga terlihat dari Average Revenue Per User (ARPU) mobile yang meningkat menjadi Rp45.600, tumbuh 9,0 persen YoY. Di sisi layanan fixed broadband, penting untuk membandingkan jumlah pelanggan yang tercatat sebanyak 9,5 juta pada Semester I 2026 dibandingkan dengan 10,1 juta pada Semester I 2025. Meskipun terdapat penyesuaian jumlah pelanggan, Anda dapat melihat perbaikan pada ARPU IndiHome yang secara kuartalan meningkat 3,4 persen menjadi Rp211.000, dan secara semesteran tercatat sebesar Rp207.000. Sebagai tambahan, rasio konvergensi layanan terus menunjukkan tren positif dengan meningkat menjadi 65 persen.

Langkah ketiga yang tidak kalah penting adalah meninjau performa pada segmen Business-to-Business (B2B) dan infrastruktur digital. Anda harus menganalisis total pendapatan segmen B2B Infrastructure yang tumbuh pesat 19,0 persen YoY menjadi Rp33,1 triliun, dengan pendapatan eksternal yang meningkat 4,9 persen YoY menjadi Rp4,7 triliun. Dalam segmen ini, perhatikan kinerja spesifik Mitratel yang membukukan pendapatan sebesar Rp4,7 triliun atau tumbuh 2,1 persen YoY. Kinerja Mitratel ini didukung oleh total tenant yang meningkat menjadi 63.866, tumbuh 4,9 persen YoY, sehingga mendorong rasio penyewaan menara menjadi 1,57x. Selain menara, Anda juga perlu memantau NeutraDC yang beroperasi sebagai entitas bisnis data center Telkom. Beralih ke segmen B2B ICT, laporan menunjukkan perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp7,3 triliun, yang merepresentasikan pertumbuhan 35,7 persen secara quarter on quarter (QoQ). Sementara itu, pada segmen International Business, pendapatan tercatat mencapai Rp5,7 triliun.

Baca Juga

RATU Bidik Minimal Satu Akuisisi di 2027, Utamakan Aset Producing

RATU Bidik Minimal Satu Akuisisi di 2027, Utamakan Aset Producing

Langkah terakhir dalam panduan analisis ini adalah mengamati aksi korporasi yang bertujuan untuk efisiensi serta realisasi belanja modal. Anda perlu memperhitungkan bahwa perseroan telah menuntaskan proses streamlining terhadap 10 entitas. Dari perspektif investasi jangka panjang, evaluasilah realisasi belanja modal perseroan yang mencapai Rp10,8 triliun. Laporan menunjukkan bahwa lebih dari 96 persen dari belanja modal tersebut difokuskan pada segmen B2C, B2B Infrastructure, dan International Business. Terakhir, Anda harus memantau perkembangan pengalihan aset InfraNexia Tahap 2. Proses ini merupakan bagian krusial dari strategi manajemen aset perusahaan, yang ditargetkan rampung pada semester kedua 2026. Dengan menggabungkan seluruh indikator dari kelima langkah ini, Anda akan memiliki landasan yang kuat untuk menilai kesehatan keuangan dan prospek operasional perusahaan secara komprehensif.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BUMNKinerja KeuanganTelkomTelkomselMitratel

Berita Terbaru Lainnya

Perkapi Usul RUU Kurator Masuk Prolegnas Prioritas di Rapat DPRDari Ponsel untuk UMKM, Telkomsel Enterprise Dorong Pemasaran TerukurRupiah Melemah ke Posisi Rp17.694 per Dolar AS pada Perdagangan SelasaSoal Proyek LRT City, BP BUMN dan Danantara Beri Catatan Penting ke Adhi KaryaRATU Bidik Minimal Satu Akuisisi di 2027, Utamakan Aset Producing4 WN Iran di Rudenim Pekanbaru Ditolak Final UNHCR, Tak Mau PulangRudenim Pekanbaru Tampung 5 WN Bangladesh, Sebagian Besar Korban TPPOPertamina Dukung Ketahanan Energi Lewat Integrasi Portofolio LNG

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap