berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Energi

Cara Membangun Ekosistem Energi Bersih Lewat Pengolahan Sampah di Jawa Barat

Usat BalangDiterbitkan 1 Agu 2026 - 02.04 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Membangun Ekosistem Energi Bersih Lewat Pengolahan Sampah di Jawa Barat
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Pengolahan sampah menjadi sumber energi bersih kini menjadi langkah nyata yang diambil oleh berbagai pihak untuk menekan emisi karbon sekaligus mengatasi permasalahan penumpukan sampah di perkotaan. Salah satu langkah konkret ditunjukkan melalui kolaborasi strategis antara PT Pertamina (Persero) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Melalui kesepakatan bersama yang ditandatangani di Bandung pada tanggal 29 Juli 2026, kedua belah pihak merancang sistem pengolahan sampah terpadu guna menghasilkan hidrogen rendah karbon, biomethane, dan juga biofuel.

Untuk memahami bagaimana ekosistem energi bersih ini dibangun dan dijalankan, terdapat beberapa tahapan penting yang menjadi pilar utama dalam proyek kolaborasi tersebut. Tahapan-tahapan ini mencakup sinergi kelembagaan, pengolahan gas sampah menjadi hidrogen, hingga pembangunan infrastruktur pembangkit listrik berbasis sampah. Berikut adalah panduan dan langkah-langkah dalam mewujudkan ekosistem energi bersih tersebut berdasarkan program kerja sama yang telah disepakati oleh pemerintah dan badan usaha milik negara.

Langkah pertama dalam membangun ekosistem ini adalah menyusun kolaborasi lintas sektor yang kuat dan melibatkan berbagai mitra strategis. PT Pertamina (Persero) tidak bergerak sendirian dalam menggarap potensi energi bersih ini. Menurut penjelasan dari Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero), Emma Sri Martini, program ini dikerjakan bersama oleh Subholding Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) serta Subholding Gas. Selain itu, kolaborasi ini juga memperkuat jangkauannya ke tingkat global dengan melibatkan mitra internasional, yaitu perusahaan Hyundai yang berasal dari Korea Selatan. Keterlibatan berbagai pihak ini memastikan ketersediaan teknologi tinggi dan keahlian yang mumpuni dalam mengelola proyek energi terbarukan.

Baca Juga

Pertamina Dukung Ketahanan Energi Lewat Integrasi Portofolio LNG

Pertamina Dukung Ketahanan Energi Lewat Integrasi Portofolio LNG

Langkah kedua adalah memfokuskan kegiatan pada pemanfaatan gas metana yang dihasilkan dari tempat pembuangan akhir sampah. Lokasi utama yang menjadi sasaran aktivitas pengolahan ini adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang terletak di Kabupaten Bandung Barat. Di lokasi ini, sampah yang menumpuk tidak dibiarkan begitu saja, melainkan dimanfaatkan potensi gasnya. Prosesnya dimulai dengan menangkap biogas yang berasal dari tumpukan sampah. Biogas tersebut selanjutnya dipurifikasi atau dimurnikan hingga menjadi biomethane. Setelah tahapan proses pemurnian selesai, biomethane tersebut kemudian diproses kembali untuk menghasilkan produk akhir berupa hidrogen yang rendah karbon.

Langkah ketiga adalah melakukan konversi sampah secara langsung menjadi energi listrik melalui pembangunan fasilitas pengolahan khusus. Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Proyek PSEL ini dipusatkan di kawasan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka. Fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik ini dirancang dengan kapasitas besar yang mampu mengolah sekitar 2.000 ton sampah per hari. Dari proses pengolahan ribuan ton sampah tersebut, fasilitas ini ditargetkan mampu menghasilkan energi listrik dengan kapasitas sekitar 40 MW.

Baca Juga

Bakom Beberkan Dua Kelebihan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan

Bakom Beberkan Dua Kelebihan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan

Langkah keempat adalah memastikan keberlanjutan operasional serta menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang positif bagi masyarakat di sekitar lokasi proyek. Pembangunan fasilitas di Legok Nangka ini memerlukan waktu persiapan dan konstruksi sebelum bisa beroperasi secara penuh. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyatakan bahwa fasilitas PSEL Legok Nangka tersebut ditargetkan dapat mulai beroperasi pada tahun 2029. Selain menghasilkan pasokan listrik yang bersih, proyek infrastruktur ini juga diperkirakan mampu menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja, sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.

Langkah kelima, sekaligus yang terakhir, adalah memperluas visi dan mereplikasi keberhasilan proyek untuk memperkuat kemandirian energi bersih di tingkat regional. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pembangunan PSEL Legok Nangka akan semakin memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu pusat pengembangan energi bersih di Indonesia. Melalui integrasi seluruh langkah di atas, pengolahan sampah di wilayah Jawa Barat tidak lagi sekadar menjadi solusi untuk mengatasi masalah lingkungan. Program ini bertransformasi menjadi pilar penyokong penting dalam memperkuat ekosistem energi bersih nasional yang berkelanjutan di masa depan.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Jawa BaratLegok NangkaPengolahan SampahPertaminaEnergi BersihTPA Sarimukti

Berita Terbaru Lainnya

Tim 9 Kejagung Sita 38 Aset Senilai Rp846 Miliar Terkait Kasus Febrie AdriansyahJaga Ketahanan Pangan, Luthfi Perketat Perlindungan Sawah di JatengAkademisi Sorot Langkah Cepat Pemerintah Tangani Kasus Keracunan MBG di KaroDirut PLN Darmawan Pimpin Peningkatan Pasokan Listrik SulbagselAHY Beber Ada 7.000 Kawasan Kumuh di IndonesiaAra Pesan 2,5 Juta Genteng UMKM, Program Gentengisasi Dimulai OktoberWanita Hamil 7 Bulan Tewas di Bekasi Usai Kencan Lewat MiChatMendikdasmen, Revitalisasi SMP Negeri 16 Medan Pascabanjir Rampung, Pembelajaran Kembali Normal

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap