Pandangan pekerja muda terhadap perkembangan karier kini mengalami pergeseran yang cukup signifikan di dunia kerja. Naik jabatan atau mendapatkan promosi secara cepat ternyata tidak lagi menjadi satu-satunya target utama bagi sebagian besar generasi muda. Saat ini, kenyamanan, stabilitas, serta fleksibilitas dalam mengasah kemampuan baru di luar pekerjaan utama menjadi prioritas yang kian diminati. Pekerja mulai mencari cara alternatif untuk mengembangkan diri tanpa harus bergantung sepenuhnya pada jenjang karier konvensional di kantor mereka.
Bagaimana pergeseran tren karier pekerja muda saat ini menurut data survei terbaru?
Berdasarkan laporan Deloitte Global Gen Z and Millennial Survey 2026, terjadi perubahan prioritas yang sangat nyata di kalangan pekerja muda saat merencanakan masa depan mereka. Hasil survei tersebut menemukan bahwa 44 persen Gen Z lebih memilih pertumbuhan karier yang stabil dalam pekerjaan mereka. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang mengejar kenaikan jabatan, di mana hanya 25 persen Gen Z yang menyatakan ingin berkembang secara cepat melalui jalur promosi. Fenomena pergeseran tujuan ini tidak hanya terjadi pada Gen Z, tetapi juga terlihat jelas pada kelompok milenial. Sebanyak 21 persen dari generasi milenial menyatakan bersedia untuk berpindah posisi secara lateral atau bahkan mengambil langkah mundur demi menemukan peran pekerjaan yang benar-benar tepat bagi mereka.
Apakah perusahaan saat ini sudah memberikan dukungan yang cukup untuk pengembangan kemampuan karyawan?
4 WN Iran di Rudenim Pekanbaru Ditolak Final UNHCR, Tak Mau Pulang

Meski pekerja muda memiliki keinginan kuat untuk berkembang, dukungan dari tempat kerja sering kali dirasa belum maksimal. Merujuk pada data PwC Asia Pacific Workforce Hopes and Fears Survey 2024, tercatat bahwa hanya 52 persen pekerja di kawasan Asia Pasifik yang menilai bahwa perusahaan tempat mereka bekerja telah memberikan dukungan yang memadai. Dukungan tersebut berkaitan dengan upaya mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan pekerja untuk menghadapi tantangan masa depan. Keterbatasan fasilitas dan program pengembangan dari perusahaan ini pada akhirnya mendorong banyak pekerja untuk mencari alternatif pengembangan diri secara mandiri di luar lingkungan kantor utama mereka.
Apa alternatif yang dapat diambil pekerja untuk membangun karier baru tanpa meninggalkan pekerjaan utama?
Salah satu langkah strategis yang dapat diambil oleh pekerja muda adalah dengan mengikuti program kemitraan atau pelatihan tambahan yang menawarkan jadwal fleksibel. Sebagai contoh, Manulife Indonesia menawarkan sebuah program bernama NEXTPro, yang juga merupakan bagian dari kampanye Home for Agency. Program ini dirancang secara khusus untuk memungkinkan para pesertanya menjalani peran sebagai Life Planner tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama mereka saat ini. Dengan demikian, pekerja tetap memiliki kepastian pendapatan dari pekerjaan harian sembari merintis jalur karier baru yang potensial.
Siapa saja yang memenuhi syarat untuk mengikuti program NEXTPro dan bagaimana sistem pembelajarannya?
Rudenim Pekanbaru Tampung 5 WN Bangladesh, Sebagian Besar Korban TPPO

Program NEXTPro membuka kesempatan yang luas bagi kalangan pekerja yang ingin menambah keterampilan. Syarat utama untuk mengikuti program ini adalah berstatus sebagai karyawan swasta dengan rentang usia antara 25 hingga 55 tahun. Selain itu, syarat pendidikan minimal yang ditetapkan untuk calon peserta adalah lulusan diploma tiga atau D3. Untuk mendukung fleksibilitas kerja para peserta, seluruh rangkaian pelatihan, lokakarya, maupun sesi pendampingan dalam program ini diselenggarakan di luar jam kerja reguler. Peserta dapat mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran tersebut pada akhir pekan, setelah jam kantor selesai, serta melalui platform online, sehingga tidak mengganggu kewajiban di pekerjaan utama.
Dukungan apa saja yang diperoleh peserta dan berapa potensi kompensasi dari program ini?
Setiap peserta yang memutuskan untuk bergabung dalam NEXTPro akan mendapatkan bimbingan secara intensif dari mentor berpengalaman. Pendampingan dari mentor ini diberikan secara khusus terutama selama 90 hari pertama masa kepesertaan mereka. Melalui program ini, peserta dapat merencanakan jenjang karier yang jelas dengan memilih jalur sebagai Top Producers maupun Team Builders. Selain peluang mendapatkan komisi dari kinerja mereka, peserta program ini juga ditawarkan kisaran gaji pokok atau basic salary range. Rentang basic salary range di luar komisi tersebut dimulai dari Rp 3 juta hingga Rp 12 juta per bulan, yang tentunya dapat membantu pekerja muda melangkah lebih dekat menuju kemerdekaan finansial.






