Perum Bulog memastikan bahwa ketersediaan beras secara nasional tetap berada dalam kondisi aman meskipun fenomena El Nino mulai berdampak pada puluhan ribu hektare lahan pertanian di Indonesia. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa dampak El Nino yang melanda sekitar 35 ribu hektare sawah tersebut tidak akan mengganggu ketersediaan beras untuk kebutuhan masyarakat hingga panen raya mendatang.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan adanya sekitar 35 ribu hektare lahan pertanian yang mulai mengalami kekeringan akibat El Nino. Meski ada potensi gangguan produksi akibat cuaca, pemerintah menilai luas lahan yang terdampak masih dapat dikendalikan. Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Upaya penyelamatan lahan pertanian ini mencakup program pompanisasi, perbaikan jaringan irigasi, serta penguatan dukungan cadangan pangan nasional.
Berikut adalah rincian data ketersediaan stok, target penyerapan, program penyaluran, serta rencana infrastruktur Bulog dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
Rincian Ketersediaan Stok Beras Nasional. Berdasarkan data per 31 Juli, total stok beras yang tersedia di Indonesia diperhitungkan mencapai 25,257 juta ton. Jumlah ini terdiri atas beberapa komponen utama. Pertama, Cadangan Beras Pemerintah yang tersimpan di seluruh gudang Bulog di tanah air mencapai 5,257 juta ton. Kedua, potensi produksi beras dari tanaman padi yang sedang tumbuh atau standing crop diperkirakan sekitar 10 juta ton. Ketiga, terdapat stok beras yang berada di sektor hotel, restoran, dan katering atau horeka yang diperkirakan mencapai 10 juta ton.
Purbaya soal Gaji Manajer Kopdes Dibiayai APBN, Nggak Besar-besar Amat

Dengan total ketersediaan sebesar 25,257 juta ton tersebut, pasokan beras dinilai sangat mencukupi kebutuhan konsumsi tahunan masyarakat Indonesia yang berada di kisaran 22,5 juta ton. Melalui perhitungan ini, Bulog mengestimasi bahwa stok beras nasional akan tetap bertahan dan mencukupi hingga masa panen berikutnya pada bulan Maret 2027.
Realisasi Penyerapan Beras Dalam Negeri. Upaya pemenuhan cadangan pangan terus dilakukan melalui penyerapan beras dari dalam negeri. Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026, pemerintah menetapkan target penyerapan beras sebesar 4 juta ton pada tahun ini. Hingga tanggal 31 Juli, realisasi penyerapan beras yang berhasil dikumpulkan oleh Bulog telah mencapai 3,507 juta ton. Perusahaan pelat merah ini memproyeksikan target penyerapan sebesar 4 juta ton tersebut akan dapat terpenuhi sepenuhnya pada akhir September mendatang.
Program Penyaluran dan Inovasi Pertanian. Bulog juga terus melanjutkan berbagai program distribusi untuk menjaga stabilitas harga dan membantu pemenuhan pangan masyarakat. Program-program tersebut meliputi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP, penyaluran bantuan pangan, serta rencana penyediaan beras premium untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis. Penyediaan untuk program makanan tersebut direncanakan melalui pengalihan sebagian cadangan beras pemerintah menjadi beras premium.
BPH Ungkap Penyebab Fenomena Antrean Panjang BBM di Sulsel

Selain program distribusi, terdapat pula upaya peningkatan produktivitas melalui pengembangan program penanaman padi Pertanian Modern Advanced Agriculture System atau PM-AAS. Program pertanian modern ini diperkirakan memiliki potensi hasil panen yang tinggi, yakni mampu menghasilkan di atas 10 ton beras per setiap hektare lahan.
Rencana Pembangunan Infrastruktur dan Peluang Ekspor. Guna memperkuat rantai pasok pangan dan mengantisipasi peningkatan produksi, Bulog merencanakan pembangunan 100 unit infrastruktur pascapanen berupa gudang penyimpanan beserta kelengkapannya. Proyek pembangunan 100 gudang ini ditargetkan dapat mulai beroperasi pada tahun ini. Proyek tersebut saat ini masih berada dalam tahap proses lelang. Lokasi pembangunan gudang baru ini akan diprioritaskan di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal atau 3T.
Di samping pemenuhan kebutuhan dalam negeri, Bulog juga sedang menjajaki peluang untuk melakukan ekspor beras ke beberapa negara tetangga sesuai dengan arahan Menteri Pertanian. Salah satu negara tujuan ekspor yang saat ini tengah dieksplorasi adalah Malaysia, beserta beberapa negara sahabat lainnya. Langkah penjajakan ekspor ini disiapkan apabila pasokan dalam negeri tetap mencukupi setelah kebutuhan nasional terpenuhi.






