Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 14 hari ke depan.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyatakan bahwa ketahanan stok Pertalite di terminal BBM saat ini berada pada kisaran rata-rata delapan hingga 14 hari. Ketersediaan stok tersebut akan terus dijaga melalui pasokan bahan bakar yang dikirimkan dari kilang Tuban dan kilang Balikpapan.
Pengiriman BBM dari kedua kilang penyuplai tersebut dijalankan secara kontinu dengan jadwal pengapalan setiap dua hingga tiga hari sekali. Pola pengiriman yang terjadwal rutin ini dirancang untuk memastikan kesinambungan pasokan BBM di Kota Makassar tetap terjaga secara konsisten.
Kemenhut Terjunkan Tim Ahli Dalami Kebakaran Bromo

Evaluasi Distribusi Pertalite dan Biosolar
Upaya penguatan pasokan dilakukan oleh Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional IV wilayah Sulawesi untuk mengantisipasi terjadinya kembali antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Sebelumnya, antrean kendaraan roda dua dan roda empat sempat terjadi di beberapa SPBU di wilayah Makassar. Merespons kondisi tersebut, pemerintah daerah, Pertamina Patra Niaga, hingga Pertamina pusat langsung melakukan evaluasi bersama serta perbaikan terhadap sistem penyaluran BBM, khususnya untuk produk Pertalite dan Biosolar.
Gempa M4,9 Guncang Manggarai NTT Pagi Ini, Tak Potensi Tsunami

Penambahan Operasional SPBU 24 Jam
Sebagai bagian dari pembenahan rantai distribusi dan pelayanan kepada konsumen, penyesuaian jam operasional SPBU di Kota Makassar turut diterapkan. Jumlah SPBU yang beroperasi penuh selama 24 jam ditingkatkan secara signifikan guna mengurai kepadatan antrean.
Sebelum terjadinya antrean, jumlah SPBU di Kota Makassar yang beroperasi 24 jam tercatat sebanyak 11 unit. Fasilitas tersebut kini ditingkatkan kapasitas pelayanannya menjadi 25 SPBU yang beroperasi selama 24 jam. Langkah ini diharapkan mampu memperlancar akses masyarakat terhadap BBM sekaligus mencegah penumpukan kendaraan di stasiun pengisian.






