Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendorong pembangunan serta penyediaan gudang logistik bencana di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Langkah ini didorong untuk memastikan kesiapsiagaan logistik daerah dalam merespons kejadian darurat secara cepat dan mandiri.
Kepala BNPB Letjen Suharyanto menyampaikan bahwa saat ini masih banyak gudang logistik milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di berbagai wilayah yang berada dalam kondisi kosong. Menurutnya, keterbatasan cadangan logistik di tingkat daerah menjadi salah satu kendala utama saat melaksanakan respons tanggap darurat.
Kondisi gudang yang kosong tersebut berdampak langsung pada kemampuan penanganan pemerintah daerah, terutama membuat pemerintah daerah kesulitan memberikan respons cepat pada fase awal bencana saat masyarakat sangat membutuhkan pasokan bantuan.
Dentuman Keras & Kilatan Cahaya di Gorontalo, BMKG, Bukan Gempa

Kebutuhan Buffer Stock di Tingkat Daerah
Untuk mengatasi persoalan tersebut, BNPB mengusulkan agar setiap BPBD memiliki cadangan logistik dasar (buffer stock). Cadangan logistik dasar yang disiapkan di masing-masing gudang mencakup kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat pengungsian, seperti sembako, selimut, tenda, serta matras.
Keberadaan stok penyangga ini ditujukan agar pemerintah daerah dapat menyalurkan bantuan awal secara langsung kepada para korban terdampak tanpa harus menunggu bantuan lanjutan dari pemerintah pusat tiba di lokasi bencana. BNPB memperkirakan kebutuhan anggaran untuk pemenuhan stok logistik dasar tersebut berkisar antara Rp5 miliar hingga Rp10 miliar untuk masing-masing gudang di setiap daerah.
Tanggapan Presiden Prabowo Subianto
Usulan mengenai penguatan infrastruktur dan cadangan logistik kebencanaan di tingkat kabupaten dan kota ini telah disampaikan secara langsung oleh Suharyanto kepada Presiden Prabowo Subianto.
Bantuan 19 Ton Dikirim untuk Korban Gempa NTT

Presiden Prabowo Subianto merespons positif rekomendasi yang disampaikan Kepala BNPB tersebut dan menilai inisiatif tersebut merupakan langkah yang baik. Presiden menyatakan bahwa rencana penyediaan fasilitas logistik kebencanaan ini akan dihitung secara nasional.
Melalui skema perhitungan nasional tersebut, pemerintah pusat berencana memberikan bantuan ke setiap provinsi agar para gubernur maupun bupati memiliki kesiapan gudang penyimpanan dan ketersediaan pasokan makanan dalam penanganan situasi darurat bencana di wilayah masing-masing.






