berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Berita Lokal

BGN Suspend SPPG Karangturi Usai Ratusan Siswa SMK di Semarang Keracunan Makanan Bergizi Gratis

Sri NugrohoDiterbitkan 4 Agu 2026 - 02.58 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
BGN Suspend SPPG Karangturi Usai Ratusan Siswa SMK di Semarang Keracunan Makanan Bergizi Gratis
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, secara resmi menjatuhkan sanksi pemberhentian sementara atau suspend kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi. Tindakan tegas ini diambil sebagai respons langsung atas insiden dugaan keracunan massal yang terjadi usai konsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur
. Keputusan pemberhentian sementara operasional SPPG Karangturi ini menjadi langkah investigatif awal yang dilakukan oleh BGN dalam menangani kasus yang menimpa ratusan warga di lingkungan pendidikan tersebut. Hal ini dilakukan demi memastikan keselamatan dan standar kelayakan konsumsi gizi bagi masyarakat di wilayah setempat tidak lagi diabaikan.

Berdasarkan data dan laporan resmi yang telah dihimpun oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang, insiden dugaan keracunan makanan ini menimpa total 707 orang. Ratusan korban tersebut secara rinci terdiri dari 693 siswa dan 14 orang guru yang seluruhnya berasal dari institusi pendidikan SMK Negeri 6 Semarang. Peristiwa ini bermula sesaat setelah para siswa dan tenaga pendidik mengonsumsi hidangan dari program Makan Bergizi Gratis pada hari Jumat, 31 Juli 2026. Tidak lama setelah mengonsumsi makanan tersebut, sebagian besar dari para korban mulai merasakan keluhan kesehatan fisik yang mengarah pada gejala keracunan. Mayoritas korban dilaporkan mengalami pusing kepala, rasa mual yang berlebih, muntah, serta diare secara bersamaan.

Dari sekitar tujuh ratusan orang yang terdampak insiden di SMK Negeri 6 Semarang tersebut, sebanyak 13 orang di antaranya harus mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif. Belasan korban ini dilaporkan dirawat di berbagai fasilitas kesehatan terdekat, yang mencakup penanganan di rumah sakit maupun di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di wilayah Kota Semarang. Menanggapi situasi darurat tersebut, Kepala BGN Sudaryono memutuskan untuk turun langsung ke lapangan guna menjenguk para korban dugaan keracunan MBG pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026. Dalam agenda kunjungannya, Sudaryono menyambangi sejumlah fasilitas kesehatan utama yang merawat para korban, yakni di RS Permata Medika, RS Bhakti Tamtama, dan RS Pantiwilasa Citarum.

Baca Juga

Cara Mengoptimalkan Kualitas Udara Ruangan dengan Air Purifier DAIKIN MC555AVMA

Cara Mengoptimalkan Kualitas Udara Ruangan dengan Air Purifier DAIKIN MC555AVMA

Terkait dengan penyebab pasti dari kejadian dugaan keracunan massal ini, pihak BGN telah melakukan proses investigasi awal di lapangan. Berdasarkan hasil penelusuran dan evaluasi sementara yang dilakukan oleh tim, pihak BGN menduga kuat bahwa insiden ini dipicu oleh beberapa bahan makanan tertentu yang disajikan dalam paket menu Makan Bergizi Gratis pada hari kejadian. Bahan makanan yang dicurigai menjadi pemicu utama keracunan tersebut antara lain adalah olahan menu daun singkong dan bumbu rendang. Selain faktor kualitas bahan baku, investigasi awal BGN juga menyoroti masalah prosedur waktu memasak yang diduga kuat dilakukan terlalu dini sebelum makanan tersebut akhirnya didistribusikan kepada para siswa dan guru di sekolah.

Untuk memastikan penyebab sebenarnya secara ilmiah dan akurat, sampel makanan yang dicurigai saat ini masih dalam proses pemeriksaan laboratorium secara intensif. Sudaryono menyatakan bahwa pihak berwenang membutuhkan waktu pengujian paling tidak selama 5 hari kerja hingga 7 hari sampai hasil uji laboratorium tersebut keluar dan dapat diumumkan secara resmi. Sambil menunggu hasil laboratorium, BGN tidak hanya menjatuhkan sanksi suspend kepada unit SPPG Karangturi, tetapi juga memberikan sanksi berupa peringatan keras kepada pihak-pihak terkait lainnya dalam rantai distribusi. Peringatan struktural ini secara spesifik ditujukan kepada koordinator kecamatan (Korcam) dan jajaran di tingkat atasnya.

Baca Juga

Strategi Kabupaten Malinau Mewujudkan Kemandirian Pangan Melalui Program PESAT

Strategi Kabupaten Malinau Mewujudkan Kemandirian Pangan Melalui Program PESAT

Sebagai langkah antisipasi proaktif dan pencegahan sistemik agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa mendatang, BGN saat ini tengah berupaya mempercepat penerapan sistem pengawasan berbasis digital. Sistem digital terpadu ini dirancang secara khusus untuk memungkinkan seluruh tahapan produksi makanan terdokumentasi dengan baik dan dipantau secara menyeluruh oleh pihak berwenang. Melalui penerapan teknologi pengawasan ini, BGN dapat memantau proses penyediaan Makan Bergizi Gratis secara lebih ketat dan detail. Pengawasan digital tersebut akan mencakup pemantauan waktu memasak di dapur, kesesuaian menu harian yang disajikan, hingga pengawasan terhadap standar penggunaan bahan baku dan bumbu masakan di setiap unit pelayanan gizi.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Jawa TengahMakan Bergizi GratisBadan Gizi NasionalKeracunan MakananSemarangSMK Negeri 6 Semarang

Berita Terbaru Lainnya

Syarat Ekspor Mineral Mengandung Logam Tanah Jarang PascapenundaanAturan dan Ketentuan Ekspor Logam Tanah Jarang Serta Mineral IkutanMemantau Pergerakan IHSG dan Nilai Tukar Rupiah pada Awal Pekan PerdaganganPerkembangan dan Kinerja Pasar Modal Syariah di IndonesiaMenko Polkam Minta Pemda Berada di Garda Terdepan Tangkal Hoaks di Ruang DigitalAlasan Indonesia Tetap Menarik bagi Investor di Tengah Dinamika GlobalWisuda Universitas Muhammadiyah Palangkaraya dan Dorongan Menjadi Wirausaha di Era Kecerdasan BuatanBand Massive Attack Dilarang Tampil di Singapura Usai Kibarkan Bendera Palestina

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Kasus Nenek di Cakung Dirampok dan Dilakban Tetangga Saat Hendak Salat

Kriminal

Kasus Nenek di Cakung Dirampok dan Dilakban Tetangga Saat Hendak Salat

3 Agu 2026

Promo Harga Spesial Home Charging HCS Ultima dari PLN di GIIAS 2026

Ekonomi

Promo Harga Spesial Home Charging HCS Ultima dari PLN di GIIAS 2026

3 Agu 2026

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

2 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Kasus Nenek di Cakung Dirampok dan Dilakban Tetangga Saat Hendak SalatKriminal 路 3 Agu 2026
  5. 5Promo Harga Spesial Home Charging HCS Ultima dari PLN di GIIAS 2026Ekonomi 路 3 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap