berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Internasional

Band Massive Attack Dilarang Tampil di Singapura Usai Kibarkan Bendera Palestina

Slamet PrabowoDiterbitkan 4 Agu 2026 - 03.32 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Band Massive Attack Dilarang Tampil di Singapura Usai Kibarkan Bendera Palestina
Foto/Ilustrasi: Kumparan
A-A+

Kelompok musik asal Inggris, Massive Attack, kini tengah menjadi sorotan publik setelah menggelar konser di Singapura pada tanggal 29 Juli 2026. Penampilan band tersebut yang berlangsung di The Star Theatre berujung pada kontroversi yang cukup serius. Akibat dari tindakan yang dilakukan oleh personel di atas panggung, band yang memelopori genre trip-hop ini dilarang masuk ke Singapura dan tidak diperbolehkan lagi menggelar konser di negara tersebut pada masa mendatang. Insiden ini menarik perhatian luas karena menyinggung aturan ketat terkait ketertiban umum di negara itu. Untuk memberikan kejelasan mengenai peristiwa ini, berikut adalah kumpulan pertanyaan dan jawaban yang merangkum poin-poin penting seputar pencekalan Massive Attack di Singapura.

Apa penyebab utama Massive Attack dilarang tampil kembali di Singapura?

Pencekalan terhadap Massive Attack dilakukan setelah kedua personel band tersebut menyuarakan dukungan terhadap Palestina saat tampil di The Star Theatre. Bentuk dukungan tersebut ditunjukkan dengan cara mengibarkan bendera Palestina secara langsung di atas panggung saat konser berlangsung. Aksi pengibaran bendera ini kemudian memancing reaksi dari para penonton yang hadir di lokasi konser, sehingga mereka turut meneriakkan seruan dukungan berupa kalimat "Free Palestine" secara bersama-sama. Tindakan mengibarkan lambang negara asing di ruang publik inilah yang memicu tindakan tegas dari otoritas kepolisian Singapura karena dianggap melanggar peraturan yang berlaku.

Siapa saja personel band yang melakukan aksi tersebut dan bagaimana rekam jejak mereka sebelumnya?

Baca Juga

Bangunan Bekas Serangan Israel Runtuh di Gaza, 21 Orang Tewas

Bangunan Bekas Serangan Israel Runtuh di Gaza, 21 Orang Tewas

Dua personel utama yang menggawangi Massive Attack dan terlibat langsung dalam aksi pengibaran bendera ini adalah Robert "3D" Del Naja serta Grant "Daddy G" Marshall. Keterlibatan mereka dalam menyuarakan pandangan politik, termasuk isu konflik di Gaza dan dukungan terhadap Palestina, sebenarnya memiliki rekam jejak yang panjang dan vokal. Sebagai contoh nyata, pada hari Senin tanggal 28 Juli 2014, Robert "3D" del Naja dan Grantley "Daddy G" Marshall tercatat pernah melakukan kunjungan langsung ke kamp pengungsi Palestina Burj al-Barajneh. Kamp pengungsi tersebut berlokasi di wilayah selatan Beirut, Lebanon. Kunjungan itu menjadi salah satu bukti dari konsistensi sikap sosial dan pandangan politik yang mereka tunjukkan selama ini.

Aturan hukum apa yang diduga dilanggar oleh personel Massive Attack di Singapura?

Setelah konser kontroversial tersebut selesai dilaksanakan, pihak kepolisian Singapura langsung melakukan penyelidikan terhadap kedua personel band asal Inggris ini. Berdasarkan pernyataan resmi dari juru bicara kepolisian, Robert Del Naja dan Grant Marshall diselidiki atas dugaan pelanggaran terhadap dua undang-undang yang berlaku di Singapura. Aturan tersebut adalah Foreign National Emblems (Control of Display) Act yang diterbitkan pada tahun 1949, serta Public Order Act. Kedua aturan ini secara khusus mengatur pembatasan penggunaan bendera negara asing di ruang publik serta pelaksanaan kegiatan yang bernuansa politik. Setelah proses penyelidikan atas dugaan pelanggaran hukum tersebut rampung, kedua personel Massive Attack menerima peringatan resmi dari kepolisian setempat.

Bagaimana pandangan resmi kepolisian Singapura terkait insiden pengibaran bendera asing ini?

Baca Juga

Bocah 14 Tahun di Yogya Curi Rp 200 Ribu dari Kotak Infak, Takmir Masjid Maafkan

Bocah 14 Tahun di Yogya Curi Rp 200 Ribu dari Kotak Infak, Takmir Masjid Maafkan

Juru bicara kepolisian Singapura menjelaskan bahwa pihak berwenang memandang sangat serius setiap tindakan yang dinilai berpotensi merusak keharmonisan ras dan agama di Singapura. Otoritas setempat mengingatkan bahwa perdamaian serta keharmonisan antarumat beragama maupun antarras di Singapura merupakan hal berharga yang tidak boleh dianggap remeh atau diabaikan begitu saja. Oleh karena itu, pemerintah Singapura menegaskan komitmennya untuk menjaga agar peristiwa atau konflik eksternal yang terjadi di luar negeri tidak memengaruhi stabilitas sosial dan kondisi masyarakat di dalam negeri mereka.

Bagaimana kelanjutan dari jadwal tur dunia Massive Attack setelah adanya pencekalan di Singapura?

Konser yang diselenggarakan di The Star Theatre pada tanggal 29 Juli 2026 merupakan satu-satunya jadwal penampilan yang dimiliki oleh Massive Attack di Singapura dalam rangkaian tur dunia mereka kali ini. Meskipun mereka kini dilarang untuk kembali masuk dan tampil di Singapura pada masa mendatang, jadwal tur dunia band asal Inggris ini tetap berjalan sesuai dengan rencana awal. Setelah menyelesaikan agenda mereka di Singapura yang berujung kontroversi tersebut, grup musik pelopor genre trip-hop ini dijadwalkan untuk melanjutkan perjalanan mereka ke destinasi tur berikutnya, yaitu kota Seoul yang berada di Korea Selatan.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

SingapuraPalestinaMassive AttackKonser MusikDunia

Berita Terbaru Lainnya

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak MenguatRekomendasi Saham Hari Ini, INCO, MITI, hingga DPUMDaryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa BesarSebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di PengungsianRSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi OtakMenguak Misteri Keberadaan Nusron Usai KPK OTT Kasus HGB SummareconPurbaya Jadi Menkeu Setahun, Berapa Uang Pensiunnya?

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap